Terkait Dugaan Korupsi Irigasi, Mantan Anggota DPR RI dan Wakil Ketua DPRD Luwu Resmi Ditahan Kejari Luwu

Luwu.metro-pendidikan.com. Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu melakukan gebrakan besar dalam pemberantasan korupsi. Pada Kamis sore, 5 Maret 2026, penyidik resmi menahan mantan Anggota DPR RI Dapil III Sulsel, Muh Fauzi, dan Wakil Ketua DPRD Luwu, Zulkifli.

Keduanya terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Luwu tahun anggaran 2024.
Lima tersangka langsung dijebloskan ke jeruji besi.

Selain dua politisi tersebut, Kejari Luwu juga menahan tiga tersangka lainnya yang berperan sebagai pelaksana dan pengelola program, yakni, Mulyadi, Rano dan Alfian
Kelima tersangka langsung digiring ke Lapas Kelas IIA Palopo untuk menjalani masa penahanan pertama selama 20 hari ke depan.

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Muhandas Ulimen, mengungkapkan praktik lancung ini terjadi di 152 titik kegiatan yang tersebar di seluruh Kabupaten Luwu. Berdasarkan hasil penyidikan, seluruh titik tersebut terindikasi bermasalah.

Adapun modus yang digunakan para tersangka adalah permintaan fee dari kelompok tani penerima program diwajibkan menyetor uang tunai.

Nominal pungutan setiap kelompok tani diduga diperas sebesar Rp 35 juta sebagai syarat untuk mendapatkan dan menjalankan program irigasi tersebut.

Klasifikasi kasus difokuskan pada dugaan suap dan gratifikasi yang diterima dari para kelompok tani. “Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup. Kami masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan ini,” tegas Muhandas Ulimen.

Penahanan ini menjadi sorotan tajam banyak pihak karena P3-TGAI seharusnya menjadi program stimulan bagi ekonomi petani. Namun justru dijadikan ladang pungutan liar oleh oknum pejabat. Keterlibatan mantan anggota DPR RI yakni Muh Fauzi yang juga mantan Calon Bupati Luwu Utara periode 2024-2028 menunjukkan bahwa pengawasan terhadap dana aspirasi atau program pusat di daerah masih sangat rawan bocor. ***

Laporan : Arifin/Yosias

Pos terkait