Bupati Luwu Utara Kawal Anggaran 68 M, Mendobrak Keterisolasian Wilayah Seko

LUWU UTARA, metro-pendidikan.com – Harapan masyarakat Kecamatan Seko untuk menikmati akses jalan yang layak kian mendekati kenyataan. Hal itu terlihat saat Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, meninjau langsung progres pengerjaan jalan di Dusun Palandoan, Desa Embonatana, Kecamatan Seko, Sabtu (05/04/2026).

‎Peninjauan jalan sepanjang 38 kilometer dilakukan sekaligus untuk memastikan proyek yang sementara berjalan dikerjakan sesuai target waktu dan memenuhi spesifikasi teknis, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak dengan kondisi geografis menantang.

‎Bupati melakukan pengecekan langsung di lapangan terhadap progres pengerjaan, kualitas konstruksi, serta koordinasi dengan instansi teknis. Proyek ini didukung anggaran sebesar Rp 68 miliar, yang bersumber dari APBN Rp 48 miliar dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Rp 20 miliar.

‎Dalam keterangannya, Andi Rahim menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembangunan agar jalan dapat bertahan dalam jangka panjang.

‎“Tujuannya untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan dengan baik. Kualitas harus sesuai dengan spek yang ada agar ketahanannya jangka panjang,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi menjadi kunci membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎“Jalan ini bukan sekadar aspal, tapi urat nadi ekonomi. Jika akses terbuka, potensi daerah bisa berkembang maksimal dan kemiskinan dapat ditekan,” tambahnya.

‎Selama ini, Kecamatan Seko dikenal sebagai wilayah dengan keterbatasan akses transportasi yang berdampak pada tingginya biaya logistik serta terbatasnya distribusi hasil pertanian. Dengan adanya proyek ini, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat meningkat, peluang usaha terbuka, dan mobilitas warga menjadi lebih lancar.

‎Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan anggaran yang diberikan, sehingga pembangunan di wilayah terpencil seperti Seko dapat terus berjalan.

‎Rampungnya proyek ini diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi masyarakat Seko menuju kehidupan yang lebih terbuka dan sejahtera.

Laporan : Yosias T

Pos terkait