Makassar.metro-pendidikan.com. Open Turnamen Taekwondo Celebes Championship UNM Makassar yang dihelat pada Jumat sampai Ahad (24-26 April 2026) dapat berjalan dengan sukses sekaligus menjadi pembuktian dalam mengukir prestasi bagi atlet Taekwondo Tahfidzul Qur’an Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhusshalihin Murante, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.
Gelaran yang diselenggarakan oleh Pengurus Taekwondo Provinsi Sulawesi Selatan bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Basket Ball, Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar.
Ajang bergengsi ini menjadi panggung pembuktian bagi para atlet muda berbakat di wilayah Sulawesi Selatan khususnya santri Tahfidzul Qur’an, Ponpes Riyadhussashin berhasil memboyong enam piala bergengsi masing-masing 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu.
Tidak hanya itu, atlet Taekwondo Ponpes Rayadhussalshin, sekaligus meraih penghargaan sebagai peserta atlit putra terbaik dalam ajang tersebut.
Mereka adalah Fahmil Fiqri dan Muh Azril menyabek piala emas, Febriansyah dan Muh Dirga menyabek piala perak serta Fatwatul khair dan Muh Fahry Fakhrezy Agra mendapatkan piala perunggu.
Ustadz Muhammad Yusuf, S.Pd selaku pembina Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Riyadhusshalihin Murante sekaligus pelatih taekwondo, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi para santri yang terus mengukir prestasi setiap level dalam membawa nama lembaga (ponpes) di tingkat Sulsel.
Menurutnya, partisipasi dalam turnamen ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar kemenangan fisik. “Kegiatan ini bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga sarana efektif untuk menanamkan nilai disiplin, ketekunan, dan rasa hormat pada generasi muda,” ujar Muhammad Yusuf saat dikonfirmasi usai penyerahan piala tersebut..
Dia menekankan bahwa olahraga bela diri seperti taekwondo adalah sarana pembentukan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di pesantren.
Mengakhiri keterangannya, ustadz Yusuf menitipkan pesan penting bagi seluruh atlet yang telah bertanding. Ia berharap prestasi ini tidak membuat berhenti anak didiknya untuk berkarya yang terbaik, melainkan semakin memperkuat karakter mereka dalam mengangkat perpormance dan citra pondok pesantren Riyadhusshalihin Murante.
“Kami mengharapkan seluruh atlet tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dan saling menghormati, sesuai dengan Janji Taekwondo Indonesia. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu mengalahkan ego sendiri dan tetap rendah hati,” tandas Yusuf.
Seperti peserta Turnamen Taekwondo Celebes Championship (TCC) lainnya berharap agar perhelatan sepertinya dapat ini menjadi agenda rutin yang dapat terus menjaring bibit-bibit unggul atlet taekwondo di Sulawesi Selatan agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. **ril***
Laporan : Darwis Jamal






