TEGAL metro-pendidikan.con – Komitmen menghadirkan perguruan tinggi di Kabupaten Luwu Utara terus diperkuat. Yayasan Andi Manenne Cendekia bersama Badan Pengurus Percepatan Pendirian Perguruan Tinggi melaksanakan benchmarking ke Universitas Harkat Negeri (UNH) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari tata kelola perguruan tinggi, pengembangan kelembagaan, sistem akademik, hingga strategi pengembangan kampus sebagai bagian dari percepatan pendirian Politeknik Teknologi dan Inovasi (POLTEKIS) Luwu Utara.
Pendiri Yayasan Andi Manenne Cendekia yang juga Bupati Luwu Utara menegaskan bahwa pembangunan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pendirian perguruan tinggi ini kita arahkan sebagai investasi sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi Luwu Utara dalam 20 tahun ke depan. Kampus yang dibangun harus memiliki program pendidikan yang relevan dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Andi Manenne Cendekia dengan Universitas Harkat Negeri. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring kelembagaan, pendampingan akademik, serta berbagi pengalaman dalam proses pendirian perguruan tinggi di Luwu Utara.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Dr. Sudirman Said, menyampaikan apresiasinya atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan Yayasan Andi Manenne Cendekia dalam mendorong lahirnya perguruan tinggi di daerah.
Menurutnya, membangun perguruan tinggi membutuhkan visi jauh ke depan karena manfaatnya tidak dapat diukur hanya dalam satu periode kepemimpinan.
“Tidak semua kepala daerah memiliki perhatian yang sama terhadap pembangunan perguruan tinggi karena manfaatnya memang tidak langsung terlihat dalam satu periode pemerintahan. Namun, apa yang dilakukan Bupati Luwu Utara menunjukkan adanya visi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia,” ungkapnya.
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia itu juga menyatakan kesiapannya untuk berkunjung ke Kabupaten Luwu Utara guna melihat secara langsung perkembangan persiapan pendirian POLTEKIS Luwu Utara.
Melalui benchmarking dan penandatanganan MoU ini, diharapkan proses pendirian POLTEKIS Luwu Utara semakin matang, baik dari sisi kelembagaan, tata kelola, maupun pengembangan program studi yang sesuai dengan potensi daerah. Kehadiran perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Luwu Utara.
Laporan : Ali Hidayat






