Luwu Utara, metro-pendidikan.com — PLT Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Sulawesi-Selatan, Andi Lalak, S.Pd, M.Pd, berkesempatan menyampaikan materi pada kegiatan MPLS Ramah di SMAN 5 dan SMAN 6 Luwu Utara pada Selasa dan Kamis 14 dan 16 Juli 2026.
PLT Kacabdis menyampaikan materi Bullying dan 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat). Andi Lalak yang juga adalah Fasilitator Nasional Kebhinekaan menyampaikan pentingnya memahami jenis-jenis bullying agar kita terhindar dari segala yang terkait dengan hal tersebut. Bullying fisik, verbal, cyber, sosial dan psikologis. “Tuhan telah menciptakan manusia dengan beragam, agar saling mengenal dan saling melengkapi.

Keragaman tersebut harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa, bukan untuk saling ejek dan mengucilkan. Semua orang istimewa dengan ciri dan karakternya masing-masing. Mari kita perkuat kebersamaan, kolaborasi, serta toleransi atas keberagaman tersebut”, ujarnya.
Di era digitalisasi sekarang ini, salah satu hal yang urgen untuk dipahami adalah terkait Cyberbullying, yakni bagaimana kita cerdas dalam ruang digital terutama di media sosial (medsos). Kuncinya adalah, hanya menulis dan memposting yang bermanfaat, menshare informasi positif, dan memberi komentar dengan bahasa dan makna yang baik, memotivasi serta menginspirasi. Berusaha semaksimal mungkin menjauhkan diri dari segala postingan dan komentar yang akan menimbulkan perpecahan, ketersinggungan dan kesalah pahaman.
PLT Kacabdis yang juga merupakan Ketua BKPRMI Luwu Utara ini menyampaikan pentingnya pembiasaan untuk membentuk budaya dan karakter. “Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat harus mulai digelorakan dan digerakkan mulai saat ini. Bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat dan tidur cepat, harus dikampanyekan, dikolaborasikan dan mulai dilaksanakan dengan komitmen dan konsisten. Semua pasti bisa melakukannya.
Mulai dengan dipaksa-paksa, akhirnya akan terbiasa dan menjadi budaya dan karakter dalam masyarakat”, tegasnya.
Dengan pembiasaan tersebut, akan melahirkan anak-anak dan generasi yang sehat, kuat, cerdas dan berkarakter. Yang akan mampu mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Pada kesempatan ini, Ketua PPBI-Folia Sulawesi-Selatan memberikan buku karyanya kepada dua orang siswa dan kepala satuan pendidikan sebagai motivasi dan inspirasi.
Di akhir sesi, Sosialisator Penggerak Literasi 2024 ini mengingatkan kembali falsafah yang dijunjung tinggi di wilayah Sulawesi-Selatan, yaitu Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi, Siri’ dan pacce’. **@@**
Laporan : Alenamua






