Makassar.metro-pendidikan.com. Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menggelar ramah tamah wisuda sekaligus menyerahkan nama-nama alumni angkatan 121 dari Dekan ke Ketua Umum Ikatan Keluarga Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin. Kegiatan ini berlangsung di Swiss-Belinn Panakkukang Deamond Ballroom lt 2 Jl Boulevard Raya, Makassar, Senin (14/9/2026) kemarin.
Peserta ramah tamah wisuda FUF kali ini berjumlah 62 orang. Mereka akan diwisuda pada Selasa 15 September 2026 ini gabung dan bersama wisudawan (wati) lainnya dari semua fakultas dalam lingkup UIN Alauddin Makassar.
Sukses menggelar ramah tamah wisuda tersebut, selain dihadiri Dekan FUF UIN Alauddin Makassar Prof Dr Muhaemin Latif, M.Th.I.M.Ec, juga hadir para unsur wakil pimpinan fakultas, yakni Wakil Dekan 1 Dr Hj Wahyuni, M.Si, Wakil Dekan 2 Prof Dr Hj Darmawati Hanafi, M.Hum, Wakil Dekan 3 Muh Syahrir Karim, M.Si, Ph.D, Kepala Tata Usaha FUF Dr Hj Hasniati, S.Ag, M.Ag serta Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Ikatan Keluarga FUF UIN Alauddin Makassar Dr H Muhammad, M.Pd.
Hadir juga sejumlah guru besar Prof Dr Muhammad Saleh Tajuddin, MA, Prof Dr H Tasmin Tangngareng, M.Ag, Prof Dr Rahmi Damis, M.Ag dan Prof Dr Hj Indo Santalia yang sekaligus menjabat Rektor Universitas As Adiyah Sengkang, para ketua dan sekretaris prodi dan para orang tua wisudawan (alumni) angkatan 121.

Nur Alisa, S.Sos yang mewakili rekan wisudawan menyampaikan kesan dan pesan, antara lain mengaku banyak mengalami suka duka saat aktif kuliah di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Terutama saat menghadapi tugas dari dosen, kadang dibuat kurang tidur, apalagi saat biaya hidup di kos lagi menipis harus makan mei instan ala kadarnya.
Meski begitu, lanjut alumni Prodi Sosiologi Agama ini, kondisi seperti itu punya hikmah besar bagi dirinya untuk lebih menguatkan harapan dan cita-cita menjadi sarjana di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
“Ramah tamah wisuda hari ini adalah bukti kami telah berhasil menggapai harapan dan cita-cita menjadi sarjana. Itu bukan pekerjaan mudah, tapi butuh kerja dan belajar keras serta bimbingan para dosen dan doa para tua’, ucapnya.
” Kami juga sadar bahwa empat tahun menjalani studi di kampus almamater tercinta ini, bukan akhir segala segala perjuangan melainkan awal dan babak baru memasuki kehidupan yang lebih luas serta penuh tantangan dalam mengaktualisasikan ilmu kepada masyarakat dan bangsa”, tandas Nur Alisa.
Pesan wisudawan dari Nurdiana, SE, orang tua alumni Hasan, S.Ag (Prodi Ilmu Hadis), “Empat tahun lalu, anak kami lepas disertai tangis dan doa agar kelak menuntut ilmu di perguruan tinggi, tepatnya Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Namun, hari ini, kami jemput di kampus tercinta ini, tentunya bukan pulang dengan hati dan pikiran yang kosong. Tapi mereka sudah terisi berbagai ilmu kelak menjadi modal dalam mengarungi kehidupan yang lebih besar dan beragam tantangan”, ucapnya dengan nada terharu.
Dia berpesan kepada wisudawan angkatan 121, mari menjaga ilmu dan akhlak serta menjaga marwah almamater karena di sana kalian menghadapi tantangan amat berat sekaligus awal memasuki babak baru kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.
“Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan para dosen yang tulus membimbing anak kami. Pengabdian dan dedikasi bapak ibu dosen dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, kami mohon dan kembalikan kepada Allah untuk diberi balasan yang setimpal”, ujar Nurdiana sembari menutup pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Prof Muhaemin Latif mengingatkan kepada alumni angkatan 121 bahwa kalian sudah dibekali berbagai ilmu keagamaan dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Berarti kalian harus siap dan sadar menghadapi kehidupan yang lebih luas dan kompetitif sekaligus menunjukkan jati diri di tengah masyarakat.
“Selain modal ilmu yang anakku dapatkan dari fakultas, terus berkarya dan ciptakan inovasi baru. Kami tidak inginkan kalian berimajinasi dengan seperti air yang selalu mengalir ke dataran rendah, tapi kalian dituntut bagaimana dapat berimajinasi agar air tersebut bisa menantang sekaligus mengalir di dataran tinggi”, ujar Prof Muhaemin Latif dalam kata sambutannya.
Tak hanya itu, lanjut Prof Muhaemin, alumni atau sarjana Fakultas Ushuluddin dan Filsafat harus memiliki modal berupa truss (kepercayaan) kepada masyarakat. ‘Kalian harus berintegritas dan punya kepercayaan jika ingin maju dalam menguasai kehidupan yang lebih luas dan penuh tantangan”, harap Prof Muhaemin Latif.
Harapan serupa, juga diungkapkan Ketua Umum IKA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Dr H Muhammad, M.Pd. Bahkan, dia mengaku optimis bahwa alumni FUF UIN Alauddin Makassar dengan modal ilmu keislaman yang berakar kuat pada nilai-nilai ketauhidan, Al Qur’an dan Hadis serta ilmu keagamaan lain, tampak lebih mudah beradaptasi serta cepat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk penganut agama lain di luar Islam.
Pengamatan dia selaku abdi negara di kantor kementerian agama, antara lain 17 tahun di Kota Pare-Pare, 4 tahun di Tana Toraja, 2 tahun lebih di Takalar dan 3 tahun di Maros, peran alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar yang mendedikasikan diri di berbagai wadah baik tingkat pemerintahan maupun masyarakat termasuk di organisasi keagamaan dan kemasyarakatan tetap memberi peran besar serta pengaruh cukup bagi kehidupan keagamaan di Sulawesi Selatan khususnya Kota Makassar.
Apalagi program Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA melalui ekoteologi yang digaungkan secara nasional, menurut Muhammad, kini menjadi isu global dalam membangun kedamaian dunia dan penduduk bumi ini. Hal itu harus dimulai dari sarjana atau alumni yang berlatar belakang keushuludinan dan perbandingan agama kini studi agama-agama & sosiologi agama.
“Di Kota Makassar para mubaligh dengan latar belakang pemahaman keagamaan yang lebih moderat, juga terlihat perannya cukup positif dalam membangun kehidupan beragama yang dimulai dari lingkungan terkecil. Bahkan, Pemerintah Kota Makassar melalui Kementerian Agama siapkan wadah sekaligus memfasilitasi bagi alumni ushuluddin yang hendak mengembangkan ilmunya”, ungkap H Muhammad yang juga Kepala Kementerian Agama Kota Makassar.
Pada penghujung acara, Ketua Umum BPC IKA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat menerima nama-nama alumni angkatan 121 dari pimpinan fakultas melalui Dekan Prof Muhaemin Latif, dilanjutkan sesi foto bersama para wisudawan, orang tua alumni unsur pimpinan fakultasdan pengurus IKA FUF UIN Alauddin Makassar. ***
Laporan : Darwis Jamal
.
“






