Luwu.metro-pendidikan.com. Gerbong mutasi kembali bergerak di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu. Bupati Luwu, Patahuddin, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga kepala puskesmas di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat (10/4/2026) kemarin.
Dalam sambutannya, Bupati Patahuddin menekankan bahwa jabatan merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijunjung tinggi dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa pergeseran jabatan ini murni sebagai langkah penyegaran birokrasi, bukan didasari oleh sentimen politik.
“Hari ini yang datang membawa jabatan adalah takdir kita. Mutasi ini tidak ada sangkut pautnya dengan dendam politik, melainkan langkah penyegaran birokrasi di lingkup pemerintahan,” jelas Patahuddin.
Orang nomor satu di Kabupaten Luwu ini juga mengingatkan kepada para pejabat yang baru dilantik tenggat waktu selama enam bulan harus menunjukkan kinerja nyata dalam mendukung kemajuan daerah.
“Saya berikan waktu enam bulan untuk memperlihatkan kinerjanya. Ketika dalam waktu enam bulan kinerja Bapak/Ibu tidak sesuai dengan harapan, kami persilakan mundur dari jabatannya,” tambah Alumnus UIN Alauddin Makassar ini.
Berikut pejabat yang dilantik dalan berbagai
posisi strategis di antaranya:
Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama:
Masling Malik (Kepala Inspektur Daerah)
Achmad Awwabin (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa)
Kasmaruddin (Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Hukum) dan Muhammad Iqbal Halwi (Kepala Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Luwu.
Pejabat Administrator (Camat & Sekretaris Dinas) adalah Arman Nursalim (Camat Kamanre), Awaluddin Sychbutuh (Camat Lamasi), Addali (Camat Lamasi Timur)
Ikram (Camat Walenrang), Edward Lapu Rura (Camat Walenrang Timur), Samsuddin Matanre (Camat Walenrang Utara), Tanri Bajo (Camat Belopa Utara), Yessi (Camat Bajo),
Rio Ade Putra (Sekretaris Dinas Perikanan) dan Basri (Sekretaris Satpol PP)
Selain itu, juga menyasar posisi Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Lurah, serta belasan Kepala UPT Puskesmas di berbagai wilayah seperti Walenrang, Lamasi, Larompong, hingga Bua, guna memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat dasar. **aBa***
Laporan : Arifin Muha






