Harga Jagung Kering di Desa Melenggang Rendah, Petani Minta Pemerintah Turun Tangan

Luwu.metro-pendidikan.com. Harga jagung kering di tingkat petani berdasarkan pemerintah melalui Menteri Pertanian RI antara Rp 5.500 sampai Rp 6.400 per kilogram. Angka itu, masih bertahan hingga periode April 2026, namun para petani di Desa Malenggang, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu justru mengeluhkan harga jagung kering agak rendah berada antara Rp 4.000 sampai 4.300 per kilogram.

Kondisi ini diungkapkan Masri, Ketua Kelompok Petani Jagung atau kerap disebut Komunitas Ojek Pemburu Rejeki Petani Jagung Desa Malenggang, Kecamatan Bua Ponrang, pembelian jagung kering yang dilakukan pedagang dan grosir tampak beragam dengan alasan kadar air jagung kering tinggi, sehingga memicu spekulasi di tingkat petani.

“Kami di sini sudah bersyukur karena harga jagung tetap ada nilainya, namun terlalu rendah. Harga jagung bervariasi antara Rp 4.000 sampai 4.300 perkilogram, itu pun tergantung kadar airnya. Kalau kadar air jagung tinggi berarti harganya rendah, sebalik kadar air rendah berarti harga kadung kering naik”, ujar Masri kepada media ini.

Sesuai ketentuan dari pemerintah bahwa kadar air jagung kering yang berada angka 14 persen, harganya tetap dipatok antara Rp 5.500 sampai 6.400 perkilogram. Karena itu, Masri minta kepada Menteri Pertanian agar harga jagung kering segera distabilkan, sehingga petani bisa hidup sejahtera.

Hal senada juga disampaikan Surahman, Kepala Dusun Pakke, Desa Malenggang ini mendukung permintaan para petani kepada pemerintah untuk menstabilkan harga jagung kering di Desa Malenggang dan secara umum Kecamatan Bua Ponrang.

Surahman yang juga aktivis media konvensional mengungkapkan, stabilisasi dan standar maksimal harga jagung kering dari pemerintah perlu dilakukan agar aktivitas pembelian jagung kering tidak seenaknya oleh pedagang dapat memainkan harga murah dengan alasan kadar air jagung tinggi.

Meski begitu, lanjut Surahman, petani sudah merasa puas apabila harga jagung kering berada pada kisaran antara Rp 4.500 sampai 5.500 per kilogram. Alasan dia, kadar air jagung kering tersebut tidak terlalu jauh jaraknya, sehingga bisa dikondisikan tanpa harus dominasi para spekulan yang kerap merugikan sebagian petani jagung.

“Pedagang beli jagung bervariasi harga di tingkat petani. Alasan lain, mereka beli ke petani, begitu mau dibawah ke gudang di Makassas, hingga beberapa jalan karena harus antri. Akibatnya, jagung akan susuk termasuk ada yang hitam karena di mobil atau lembat masuk dalam gudang”, jelas Surahman yang sesekali membeli jagung kering ke petani untuk dijual ke pedagang besar dari Makassar

“Pihak gudang punya alasan, jagung tersebut sudah rusak tiba di Makassar akibat memakan perjalanan beberapa hari. Maunya, petani dan pedang harus ada standar harga jagung dari pemerintah. Sebaiknya, pemerintah melalui menteri pertanian ada standar harga jagung di tingkat gudang supaya petani dan pedagang tidak rugi banyak”, ujar Surahman sembari berharap ada solusi dari pemerintah. **

Laporan : Saifullah Jamal

Pos terkait