Karetan Mencekam, Jalur Trans-Sulawesi Lumpuh Dipicu Dendam Lama Kembali Meledak

Luwu.metro-pendidikan.com. Suasana mencekam kembali menyelimuti wilayah Karetan, Kabupaten Luwu, pada Jumat Pagi ini (24/4/2026) ). Perang kelompok yang sempat mereda setelah menelan korban jiwa sebulan lalu, kembali pecah dengan eskalasi yang lebih luas. Akibatnya, urat nadi transportasi Trans-Sulawesi lumpuh total, menyisakan deretan panjang kendaraan yang terjebak di tengah ketakutan.

Seperti dikutif dari Kanal Akhmad Baso, salah satunya dari Danny Aliah , via medsosnya, mengatakan bentrok ini terjadi sekitar pukul 07.00 pagi bahwa aksi saling serang antar kelompok ini terjadi saat mobilitas warga sedang tinggi. Suasana berubah drastis ketika kelompok massa mulai memblokade jalan, membuat bus, truk logistik, hingga kendaraan pribadi tak berkutik.

“Jalan buntu total. Kami tidak berani melintas karena situasi sangat rawan. Sangat disayangkan, jalur nasional yang vital seperti ini harus tersandera oleh konflik kelompok,” ujar salah seorang pengguna jalan yang terjebak macet hingga berita ini dilansir.

Kambuhnya bentrokan pagi yang seharusnya jadi Jumat berkah ini, diduga kuat merupakan aksi balas dendam yang belum tuntas. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa serupa sebulan lalu telah merenggut nyawa seorang remaja akibat terjangan senjata rakitan. Namun, hilangnya nyawa tersebut seolah tidak menjadi pelajaran, justru menjadi bahan bakar bagi perselisihan yang lebih baru.

Fakta bahwa peristiwa ini kembali berulang pagi ini membuktikan bahwa akar masalah di Karetan belum tersentuh secara mendalam oleh pihak berwenang.
Ekses Ekonomi: Logistik Sulawesi Terancam
Deretan truk pengangkut kebutuhan pokok yang mengular hingga puluhan kilometer kilometer. Bukan hanya soal kemacetan biasa, tapi juga adalah kerugian ekonom nyata bagi masyarakat.

Bahan pangan yang terancam busuk dan jadwal distribusi yang kacau adalah dampak langsung dari tidak kondusifnya keamanan di titik ini. Masyarakat Luwu Raya kini menaruh harapan besar pada ketegasan aparat kepolisian untuk melakukan Tindakan Represif: Menindak tegas pelaku tawuran dan penyedia senjata rakitan tanpa pandang bulu.

Melakukan penyisiran total di lokasi-lokasi yang disinyalir menyimpan senjata tajam maupun senjata api rakitan: Serta
Memastikan jalur Trans-Sulawesi bebas dari ancaman blokade akibat konflik horizontal.
Jangan biarkan Karetan terus-menerus menjadi “momok” menakutkan bagi siapa saja yang ingin melintas di Tana Luwu.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui berapa jumlah korban, namun pihak aparat kepolisian dari Polres Luwu terus melakukan pengamanan secara maksimal **aBa***

Laporan : Arifin

Pos terkait