Tuntutan Provinsi Luwu Raya Kembali Bergema di Jembatan Baliase, Desak Pusat Cabut Moratorium DOB

Luwu Utara.metro.pendidikan.com. Gerakan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali memanas. Setelah sempat mereda selama beberapa bulan, para aktivis kini kembali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat di wilayah Tana Luwu, Jumat (24/4/2026) kemarin.

Aksi unjuk rasa kali ini dipusatkan di Jembatan Baliase, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Lokasi tersebut merupakan titik vital yang menghubungkan akses utama Jalan Trans Sulawesi. .

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi memblokade jalan dengan cara memalangkan kendaraan di tengah jembatan, yang secara otomatis memutus arus lalu lintas dari arah Palopo maupun menuju Luwu Timur dan Sulawesi Tengah.

Para orator secara bergantian naik ke atas mobil bak terbuka untuk menyampaikan tuntutan mereka. Inti dari orasi tersebut tetap konsisten: mendesak Pemerintah Pusat segera mencabut moratorium pemekaran daerah dan meresmikan Provinsi Luwu Raya sebagai daerah otonom baru (DOB).

Blokade jalan yang dilakukan para aktivis mengakibatkan antrean kendaraan panjang dari kedua sisi. Kendaraan logistik, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi terpaksa berhenti total karena akses jembatan yang

ditutup rapat oleh massa.

“Ini adalah aksi pertama kami setelah jeda Idul Fitri. Kami ingin menegaskan bahwa semangat perjuangan untuk mewujudkan Provinsi Luwu Raya tidak pernah padam. Ini adalah harga mati bagi kesejahteraan masyarakat di empat kabupaten/kota,” ujar salah satu koordinator aksi dalam orasinya.

Aksi ini dipandang sebagai sinyal kuat kepada para pemangku kebijakan, baik di tingkat provinsi maupun pusat, bahwa isu pemekaran Luwu Raya tetap menjadi agenda utama masyarakat pasca-perayaan hari raya. Jembatan Baliase dipilih karena nilai strategisnya sebagai urat nadi ekonomi di Luwu Utara.

Belum ada Info lanjutan apakah aksi blokade masih berlangsung. Pihak kepolisian setempat terus berupaya melakukan negosiasi dengan para pengunjuk rasa agar bersedia membuka akses jalan secara bertahap guna menghindari kemacetan yang lebih parah, sembari tetap mengawal jalannya penyampaian aspirasi secara damai. **tim***

Laporan : Yosias/Arifin

Pos terkait