LOMBOK TENGAH, metro-pendidikan.com – Kabar menggembirakan datang dari para pecinta sepeda tua di Pulau Lombok. Sebanyak empat club onthel resmi berdiri dan siap meramaikan serta memperkuat eksistensi komunitas sepeda tua di daerah ini. Kehadiran club-club onthel tersebut menjadi tonggak baru dalam upaya pelestarian budaya bersepeda tempo dulu sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota.
Empat club onthel yang baru terbentuk tersebut yakni dari daerah Kabupaten Lombok Tengah MARGOT (Mandalika Rukun Guyub Onthel Tastura), RUDAL (Raja Onthel Pemuda Lombok), JENGKOL (Jengki Onthel Lombok) sementara dari daerah Kabupaten Lombok Barat yakni Komunitas Onthel SOPOQ ANGEN.
Keempatnya club onthel tersebut memiliki latar belakang anggota yang beragam, mulai dari petani, pedagang, pegawai, pensiunan, dosen, guru dll yang memiliki kesamaan yaitu kecintaan terhadap sepeda tua.
Ketua MARGOT, Mahuni menyampaikan bahwa berdirinya club-club ini merupakan hasil dari semangat kolektif para pecinta sepeda tua yang selama ini aktif melakukan berbagai kegiatan bersama.
“Kami di MARGOT ingin menjadikan onthel bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan. Kami optimis komunitas sepeda tua di Lombok akan semakin kuat dan dikenal luas,” ujarnya.
Sementara itu, Jakiudin Ketua RUDAL menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga eksistensi sepeda onthel di tengah perkembangan zaman.
“RUDAL hadir sebagai wadah bagi para pemuda Lombok yang mencintai sepeda tua. Kami ingin membuktikan bahwa anak muda juga bisa melestarikan budaya klasik dengan cara yang positif dan membanggakan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Komunitas Onthel SOPOQ ANGEN, Sibawaih. Ia menekankan bahwa komunitas onthel bukan sekadar wadah hobi, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat di tengah masyarakat.
“SOPOQ ANGEN hadir dengan semangat menyatukan hati, satu pemikiran demi menjalin kebersamaan untuk mencapai satu tujuan. Kami ingin dengan banyaknya club onthel di Lombok menjadi ruang silaturahmi sekaligus berkontribusi bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan budaya,” tuturnya.
Lebih lanjut Kepala Dusun di Desa Bagik Polak tersebut mengatakan selain sebagai ajang penyaluran hobi, keberadaan club onthel ini juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata, khususnya wisata budaya.
“Kegiatan bersepeda dengan nuansa klasik dinilai mampu menghadirkan suasana unik yang menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan. Kedepan, kami berencana untuk terus berkolaborasi dengan KOSTI, Club Onthel, pemerintah daerah dan lembaga lainnya dalam berbagai kegiatan” tutupnya.
Sinergi antar club diharapkan mampu memperkuat posisi komunitas sepeda tua di Lombok sebagai bagian dari identitas lokal yang patut dibanggakan. Dengan berdirinya empat club onthel di Lombok semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu daerah yang aktif dalam melestarikan sepeda tua di Indonesia. Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya menjadi fondasi utama dalam perjalanan club/komunitas ke depan (Yp).






