Morowali.metro-pendidikan.com. Gelombang penolakan terhadap hasil konsultasi publik Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) di kawasan industri PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) kian memanas. Bahkan, Aliansi Lingkar Industri mengancam akan menggelar aksi besar besaran..
Tudingan Konsultasi “gelap” di Makassar
datang dari tokoh pemuda Desa Uedago, Albar, yang menilai proses konsultasi publik yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (24/4/2026) lalu sebagai langkah yang tidak transparan dan tidak sah.
“Pelaksanaan di Makassar membuat masyarakat lingkar industri sulit mengakses informasi dan menyampaikan aspirasi secara langsung. Ini mengabaikan partisipasi masyarakat yang sebenarnya terdampak,” tegas Albar.
Merespons keresahan warga, para tokoh pemuda dan masyarakat sepakat membentuk Aliansi Masyarakat Lingkar Industri. Aliansi ini dijadwalkan akan turun ke jalan pada Selasa, 28 April 2026.
Rute Aksi: Melintasi Desa Wata, Uedago, Ambunu, Tondo, hingga Desa Topogaro.
Tujuan: Kawasan Industri PT BTIIG dan PT IHIP.
Masyarakat membawa sejumlah poin krusial yang dianggap selama ini diabaikan oleh pihak korporasi. Mereka menuntut peninjauan kembali penetapan wilayah terdampak dan transparansi hasil konsultasi publik;
Tuntutan lain meminta evaluasi terhadap pejabat perusahaan yang bertanggung jawab atas komunikasi publik; Serta prioritas rekrutmen bagi tenaga kerja lokal.
Penerapan sistem satu pintu dalam penerimaan karyawan; dan.
Pemberian tunjangan produksi yang adil bagi seluruh pekerja.
Pemberdayaan Masyarakat: Kejelasan program pemberdayaan (CSR) dan tuntutan agar kebijakan perusahaan bebas dari intervensi kepentingan politik.
Selain menyasar pihak perusahaan, Albar mewakili aliansi juga mendesak Pemerintah Provinsi untuk tidak menutup mataor. Bahkan, ia meminta pemerintah mengevaluasi kembali seluruh proses perizinan lingkungan dengan melibatkan masyarakat terdampak secara langsung di lokasi industri, bukan di luar wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, titik kumpul massa masih terus dikoordinasikan dengan para aktivis dan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan aksi berjalan solid dan tertib. **aBa***
Laporan : Arifin Muha


