Jembatan Maputeh Desa Malenggang, Butuh Perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu

Luwu, metro-pendidikan.com – Jembatan Maputeh dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter terletak di Dusun Pakkek dan Dusun Maputeh dapat menghubungkan Desa Malenggang (Kecamatan Bupon) dengan Desa Pangi (Kecamatan Latimojong), Kabupaten Luwu. Jembatan yang dibangun sejak 2008 lalu melalui dana PNPM selama ini berfungsi amat vital sebagai urat nadi ekonomi masyarakat dan akses jalan bagi murid sekolah dasar.

Kini kondisi jembatan tersebut tinggal rangka besi baja, sedangkan lantai berupa papan sudah ambruk termakan oleh usia.
Ketika awak media Metro Pendidikan melakukan reportase di jembatan tersebut yang berada di atas Sungai Maputeh dengan ketinggian 7 meter dari dasar sungai, tidak lama ini
memang benar adanya.

Beragam keterangan dari warga yang dirangkum terkait dengan kondisi jembatan yang memprihatinkan itu. Surahman, salah seorang tokoh masyarakat Desa Malenggang mengungkapkan,
kehadiran Jembatan Maputeh sangat strategis, tidak saja menghubungkan antar desa, tapi juga antar kecamatan yakni Kecamatan Bupon dengan Kecamatan Latimojong dan Kecamatan Basten Utara.

“Jembatan Maputeh selama ini banyak dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat termasuk warga Kecamatan Latimojong dan desa lainnya terasa dekat melintas apabila dari Kota Palopo, Bua dan Padang Sappa,” ujar Surahman.

Tidak hanya itu, lanjut Surahman, sejak jembatan ini normal, aktivitas warga keluar masuk ramai terutama pedagang hasil pertanian dan sayur mayur terutama dari Kecamatan Latimojong dan kecamatan sekitarnya.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan saat Musrembang tingkat Desa Malenggang agar bisa diusulkan anggaran perbaikan dalam bentuk rehab melalui dana desa, namun pemerintah desa setempat bilang tidak bisa. Alasannya, jembatan tersebut adalah akses lintas antar kecamatan, berarti ranahnya pemerintah daerah,” ungkap Surahman.

Apa yang diungkapkan pemerhati media cetak dan online ini, justru dibenarkan Kepala Dusun Maputeh, Umir. Hanya saja, baik Umir maupun Surahman berharap segera pihak terkait khususnya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Luwu dapat memprioritaskan terkait perbaikan jembatan tersebut.

Paling memprihatinkan dan menyayat hati, sambung Surahman, adalah anak sekolah dengan terpaksa harus dilalui jembatan tersebut apabila Sungai Maputeh lagi banjir.

“Tidak mungkin warga dan khususnya anak sekolah menyeberang sungai apalagi melawan arus banjir dan tidak ada pilihan lain kecuali harus lewat jembatan yang papan lantainya sudah ambruk akibat termakan usia,” kata Surahman yang juga menjabat Kadus Pakkek Desa Malenggang.

Sebelum menimbulkan banyak korban jiwa khususnya murid sekolah dasar, Surahman dan Umir minta kepada pihak terkait tidak boleh menutup mata dengan kondisi Jembatan Maputeh yang kini amat membahayakan bagi anak sekolah saat musim hujan turun.**

Laporan : Darwis Jamal Takdir

Pos terkait