Luwu, metro-pendidikan.com. warga Maputeh, satu dari empat dusun di Desa Malenggang, Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), Kabupaten Luwu ikut terdampak banjir dan terancam tanah Longsor, Jum’at (3/5/2024) lalu. Mereka terpaksa mengungsi ke Dusun Pakkek, Desa Malenggang untuk cari aman sekaligus menghindari longsor susulan.
Saat warga Dusun Maputeh mengungsi ke dusun tetangga dengan sigap Kapolsek Bua Ponrang (Bupon), Iptu Yakobus Rimpung, SH bersama Bidan Desa Rosnaini, S.Keb terjun langsung memberi obat-obatan, beras, mie, air minum, instan dan peralatan tidur.
“Kami bersama anggota Polsek Bupon, juga ibu Bidan Desa saling berjibaku serta membantu warga Dusun Maputeh yang mengungsi ke Dusun Pakkek”, ungkap Kapolsek Bupon di sela sela lokasi pengungsian seperti yang dinukilkan Surahman, Kadus Pakkek.
Menurut Iptu Yakobus Rimpung, upaya penangan para pengungsi dengan memberi bantuan berupa obat-obatan, beras dan mie instan, itu sudah menjadi komitmen dan sikap solidaritas bagi Polri terutama terhadap warga yang ditimpa musibah bencana alam.
Dari berbagai sumber dan laporan yang diperoleh wartawan media ini terutama pada pasca tanah longsor, benar adanya bahwa sebagian besar warga Dusun Maputeh mengungsi ke dusun tetangga yakni Dusun Pakkek untuk mengamankan diri beserta anggota keluarganya.
Mereka mengungsi, selain sudah terkena dampak tanah longsor yang terjadi di sejumlah lereng bukit dan gunung di wilayah Dusun Maputeh. Juga mereka mengkhawatirkan akan terjadi longsor susulan karena hujan saat itu masih turun dalam intensitas tinggi.
“Belum lagi, ancaman banjir kian mencemaskan warga melalui Sungai Maputeh. Apalagi, banjir di Sungai Maputeh, antara lain airnya bersumber dari kaki dan lereng Gunung Latimojong”, ungkap Surahman, tokoh pemuda Desa Malenggang yang juga penggiat media maenstrim Kabupaten Luwu.
Sukses Kapolsek Bupon bersama Bidan Desa Malenggang serta dibantu sebagian dari warga Desa Malenggang, Surahman, menilai, paling tidak warga Dusun Maputeh yang mengungsi saat itu bisa merasa terhibur dan meringankan beban mereka akibat situasi yang buruk dan memprihatinkan.
Informasi terkini dari Desa Malenggang menyebutkan, kalau warga yang berjumlah 33 KK itu masih tetap bertahan di tempat pengungsian, tepatnya di Dusun Pakkek. “Mereka belum mau pulang ke rumahnya sampai hari ini karena takut dengan ancaman longsor. Apalagi, hujan di hulu Sungai Maputeh dan sepanjang bukit di atas permukaan Dusun Maputeh terus hujan”, ungkap Surahman.
Dia juga menyampaikan kalau pada Rabu (8/5/2024) pukul 09 : 00 Wita, unsur Tripika ( Camat Bupon, Danramil Bupon dan Kapolsek Bupon) membawa beras, mie instan dan lain ke lokasi pengungsian.
Kini kian mengalir bantuan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Desa Malenggang ikut terlibat dalam penanganan warganya sedang mengungsi mulai Jum’at (3/5) lalu hingga sekarang dengan memasang tenda darurat**
Laporan : Jamal Takdir






