Tim Safari PPTQ Daarul Huffadz Isi Acara Tarawih Di Masjid Nurul Jihad Panciro Menuai Pujian Dari Jamaah

Gowa, metro-pendidikan.com] Tidak banyak ponlndok pesantren di Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Gowa yang punya program khusus di bulan Ramadhan. Bagi Pondok PesantrenTahfidz Alqur’an (PPTQ) Daarul Huffadz Gowa telah menyajikan program Safari Ramadhan dari masjid ke masjid sebagai ikon patut diapresiasi oleh banyak pihak.

Betapa tidak, ketika Tim Safari Ramadhan PPTQ Daarul Haffafz Gowa yang berjumlah 25 orang dan 1 orang pendamping sekaligus merangkap pembina, begitu tiba di Masjid Jami Nurul Jihad Panciro, Kecamatan Bajeng Jum’at (29/3/2024) pukul 17: 30 Wita, disambut sejumlah pengurus masjid tersebut termasuk panitia amaliyah Ramadhan 1445 H

Mereka memberikan pujian dan apresiasi kepada tim Safari Ramadhan PPTQ Daarul Huffadz Gowa rencana akan mengisi rangkaian kegiatan amaliyah Ramadhan pada malam itu di Masjid Nurul Jihad Panciro mulai buka puasa bersama, pimpin shalat magrib, shalat, shalat isya, MC, ceramah tarawih hingga shalat tarawih malam itu.

Tidak kalah menarik dan rasa haru diantara tim safari tersebut, tampak lebih dulu hadir dan sekaligus menyambut anak asuhnya oleh Ketua Yayasan Daarul Mukminin-sebuah lembaga pendidikan Islam yang membina PPTQ Daarul Huffadz Gowa, yakni H Nurdin Johasang, S.Ag, M.Pd.I.

Nurdin Johasang yang juga Ketua Pengurus Masjid Nurul Jihad Panciro menjelaskan, tim Safari Ramadhan PPTQ Daarul Huffadz Gowa yang sudah berjalan dua Ramadhan dan kini berhasil mengunjungi masjid sebanyak 28 lokasi baik dalam wilayah Kota Makassar, Takalar dan Gowa merupakan program pondok yang dikemas ke dalam Safari Ramadhan dengan membawa personil tim setiap kunjungan berjumlah 25 orang santri untuk mengisi berbagai acara di masjid termasuk di Desa Panciro.

Selain itu, lanjut Nurdin Johasang, ada misi besar dan utama dari kegiatan safari Ramadhan tersebut yakni, anak yang mondok di PPTQ Daarul Huffadz Gowa dengan bekal hafal Al-Qur’an dan terampil berdakwah (ceramah) dituntut untuk beradaptasi di luar pondok. Sehingga mereka bisa lebih mandiri, berani dan percaya diri menghadapi publik yang lebih luas.

“Ini juga bagian dari proses edukasi menuju yang lebih matang. Itu juga tuntutan setiap hasil kegiatan belajar ilmu agama di pondok pesantren harus ada upaya untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa out put yang dihasilkan PPTQ Daarul Huffadz Gowa benar-benar berkualitas dan amanah,” jelas H Nurdin Johasang.

Harapan Nurdin Johasang menghadirkan anak asuhnya dalam mengisi berbagai kegiatan amaliah Ramadhan di sejumlah masjid semata bertujuan memberi motivasi dan edukasi kepada masyarakat agar bisa lebih tertarik memilih PPTQ Daarul Huffadz Gowa tempat belajar agama khususnya menghafal Alquran dengan cepat dijamin berkualitas, lingkungan aman dan sejuk.

Ustad Effendysyah Maskat yang turut mendampingi tim safari Ramadhan PPTQ Daarul Huffadz ke berbagai masjid baik Takalar maupun Gowa. “Nurul Jihad adalah masjid ke 28 dan sekaligus masjid terakhir yang dikunjungi tim kami dalam program Safari Ramadhan 1445 Hijriah ini,” ujarnya di sela sela makan buka bersama di Masjid Nurul Jihad Panciro.

Dia juga mengaku, selama bertugas menjadi pendamping Tim Safari Ramadhan, respon masyarakat khususnya jamaah masjid cukup besar. “Sambutan jamaah masjid terhadap tim kami luar biasa, sehingga rasanya tidak ada yang sia-sia kami lakukan dalam mengemban program tersebut,” ungkap Effendysyah dengan nada meyakinkan.

Apa yang diungkapkan sang ustad PPTQ Daarul Huffadz bukan tanpa alasan. Bahkan, sejumlah tokoh pendidik yang menyaksikan geliat tim safari tersebut di Masjid Nurul Jihad Panciro tampak terharu melihat kecerdasan anak santri dalam mengisi acara tarawih malam ini cukup mencerahkan,” ujar mereka.

Harapan mereka, semoga kegiatan seperti ini dapat menggugah hati para orang tua agar memilih pondok pesantren tempat belajar agama yang menjanjikan masa depan. Pesantren solusi bagi generasi muda dari ancaman teknologi dan kepungan budaya luar. **

Laporan : Darwis Jamal Takdir

Pos terkait