Luar Biasa! Kerja Kolaborasi Komite, Pihak MIN 1 Gowa & Orang Tua Murid Berhasil Bangun 1 RKB

Gowa.metro-pendidikan.com. Di tengah berlangsung masa seleksi calon siswa dan pendaftaran ulang murid baru tahun ajaran 2026/2027, pengurus Komite Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gowa bergerak cepat mencari solusi dengan menggelar pertemuan (rapat) bersama para calon orang tua murid dan pihak madrasah terkait pembangunan 1 RKB (Ruang Kelas Baru) MIN 1 Gowa dengan progres pekerjaan hampir rampung 100 persen.

Keputusan bersama membangun 1 ruang kelas baru di atas lahan milik MIN 1 Gowa, sebelumnya merupakan waqaf orang tua murid beberapa tahun lalu dengan luas 6,25 meter persegi itu, hanya butuh waktu kurang lebih sebulan pekerjaannya dan kini siap digunakan kegiatan belajar oleh murid baru tersebut.

Menurut Ketua Komite MIN 1 Gowa, Anwar Malolo, SE, MM, kerja sama yang baik itu dapat diambil setelah mencermati realitas, respon positif, harapan besar dan animo masyarakat cukup tinggi untuk menyekolahkan anaknya di MIN 1 Gowa yang berlokasi dalam wilayah Desa Panciro.

“Ruang kelas terbatas, sementara jumlah murid yang ada sudah over kapasitas.Tidak mungkin lagi pihak sekolah menampung semua khususnya para calon murid baru. Pihak sekolah hanya bisa menerima murid baru tahun ini tiga kelas dengan kapasitas normal antara 30 sampai 35 murid per kelas”, jelas Kades Panciro periode 2017-2023 lalu.

Apalagi, lanjut Anwar Malolo, anak kita yang hendak sekolah di MIN 1 Gowa ini adalah umumnya warga Desa Panciro, sebagian lainnya dari luar. “Kami memberi solusi kebetulan ada lahan MIN 1 Gowa yang selama ini digunakan untuk kantin sekolah. Mungkin ada baiknya kita jadikan ruang kelas baru agar mereka bisa ditampung hingga menjadi empat kelas khusus murid kelas satu”, tukasnya.

Setelah dia bersama sejumlah pengurus Komite MIN 1 Guwa berkomunikasi ke Kepala MIN 1 Gowa, Hj Masita, S.Pd, M.Si. Rupanya beliau merespon dan mendukung, bahkan siap berkolaborasi bersama komite untuk menambah satu ruang kelas baru agar anak- anak kita bisa diakomodir belajar di madrasah tersebut”, tambah Anwar Malolo.

Alhasil tak butuh waktu lama, pengurus Komite MIN 1 Gowa mengundang para calon orang tua, juga hadir pihak madrasah untuk membicarakan serta membahas penambahan ruang kelas baru sekaligus menetapkan besar partisipasi mereka terhadap rencana pembangunan 1 RKB tersebut dengan anggaran sebesar Rp 50 juta.

Anggaran sebesar itu, selain bersumber dari MIN 1 Gowa dan oknum pengurus komite, juga partisipasi orang tua murid sebesar Rp 300.000 per kepala. Bahkan, ada diantaranya yang memberikan partisipasi sesuai kemampuan hingga Rp 250 per kepala.

“Kita tetap berikan kebijaksanaan, malah ada diantara orang tua murid yang menyicil hingga dua kali. Maklum, tidak semua orang tua murid sama sumber pendapatan ekonominya, kita tetap mengedepankan sisi kemanusiaan, kebersamaan dan ketulusan”, ungkap Anwar Malolo.

Terhitung Sabtu 13 Juni 2026, dana partisipasi calon orang tua murid terkumpul di komite berjumlah lebih Rp 27 juta ditambah Rp 10 juta dari MIN 1 Gowa. Berarti masih ada sekitar lebih Rp 13 juta yang harus diupayakan oleh komite sehingga cukup Rp 50 juta.

“Karena masih ada 28 calon orang tua murid yang belum setor diharapkan dua tiga hari ke depan dapat menyetor dana tersebut ke komite. Mereka sudah siap bayar dan insya Allah akan cukup dan kita berharap ke depan tuntas sudah dan bangunan RKB tersebut siap digunakan anak-anak kita”, tandas Anwar Malolo dengan nada optimis.

Sementara itu, H Nurdin Johasang, S.Ag, M.Pd. I, anggota Komite MIN 1 Gowa menyambut gembira dan terharu atas kesediaan orang tua murid yang tulus berpatisipasi dalam upaya pengadaan tambahan satu ruang kelas baru untuk anak-anak bapak ibu sendiri.

“Partisipasi bapak ibu sebesar Rp 300 itu, secara materi tidak seberapa, tapi sepanjang bantuan tersebut dipakai membangun ruang kelas serta digunakan tempat belajar anak-anak kita, selama itu pula mengalir terus amal jariyah untuk bapak ibu”,ujar Nurdin yang kerap disapa Haji Naro.

Dia juga mengaku, kalau investasi amal jariyah orang tua murid sebelumnya sudah ada di sekolah ini dalam bentuk pembebasan lahan sejumlah are dengan harga lahan saat itu Rp 270.000, 000.

“Lahan yang ditempati sekarang membangun ruang kelas baru tahun ini. Itu juga bagian dari lahan waqaf para orang tua murid sebelumnya. Kami bebaskan dan beli dari tanah milik warga setempat pada masa pak Masykur sebagai kepala MIN 1 Gowa”, ujar Haji Naro yang pernah menjabat Ketua Komite MIN 1 Gowa selama 2 periode.

Pada tempat sama, Kepala MIN 1 Gowa, Hj Masita mengaku bersyukur, bangga dan sekaligus menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus komite dan calon wali/ orang tua murid. Mereka membantu sekolah dengan penuh kebersamaan serta kolaborasi terutama dalam pengadaan ruang kelas baru tahun ini.

“Harapan kami semoga pasilitas belajar tersebut dapat digunakan anak-anak kita demi masa depannya yang lebih baik dan pada akhirnya mereka berguna kepada bangs dan negara”, ujar Hj Masita saat memberikan arahan singkat pada pertemuan pengurus Komite MIN 1 Gowa bersama calon orang tua murid, Sabtu (13/6/2026) lalu.

Dari pengurus Komite MIN 1 Gowa hadir antara lain Anwar Malolo, SE, MM (Ketua), Dr M Darwis, M.Pd (sekretaris) H Nurdin Naro, S.Ag, M.Pd.I (anggota) dan Mashuri, S.Pd (anggota), Drs Darwis Jamal Takdir (anggota.

Rapat perdana Sabtu 30 Mei 2026, juga hadir HM Nafsar Palallo, S.Pd (bendahara) dan Drs H Baharuddin Dg Nojeng (anggota) Komite MIN 1 Gowa.***

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait