Mengubah Desa Jadi ‘Sekolah Alam’, Jejak Inovasi Kades Bonelemo Dapat Apresiasi dari Bupati Luwu

Luwu.metro-metro-pendidikan.com. Di tengah hiruk pikuk masyarakat, Baso, S.H., Kepala Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, menjadi bahan pembicaraan. Bukan hanya karena masa jabatannya berakhir, tetapi inovasi dan kreasinya yang sukses mengubah Desa Bontolemo menjadi ‘Sekolah Alam’ dalem upaya membangun desa wisata.

Di tangan pria ini, Desa Bonelemo bertransformasi dari desa biasa menjadi sebuah laboratorium edukasi dan wisata yang dikenal sebagai “Kampong Banoalemo”.

Visi Desa, Aksi Pendidikan
Inovasi ‘Kampong Banoalemo’ bukanlah sekadar penamaan. Ini adalah konsep wisata pendidikan yang mengintegrasikan potensi alam dan kearifan lokal desa sebagai sarana pembelajaran.

Baso berhasil menggalang semangat masyarakatnya untuk menciptakan fasilitas belajar di luar ruang, sebuah langkah yang mendapat apresiasi langsung dari Bupati Luwu.

Pendekatan yang dilakukan Baso terbilang psikomotorik—berusaha merangsang dan meningkatkan skill (keterampilan) masyarakatnya secara langsung.

Dari greenhouse hasil kerja sama dengan perguruan tinggi hingga peresmian koperasi desa, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan di tingkat desa harus berorientasi pada kesejahteraan yang berkelanjutan dan berbasis pengetahuan.

Sikap Tegas Melawan Kerusakan Lingkungan. Selain inovatif, Baso dikenal dengan keberaniannya dalam mengambil sikap tegas demi melindungi aset desa.

Pada Juli 2025, ia menjadi sorotan setelah melayangkan surat resmi kepada Bupati Luwu dan manajemen PT Masmindo Dwi Area. Surat tersebut berisi laporan mengenai kerusakan parah pada jalan desa akibat mobilisasi kendaraan berat perusahaan tambang.

Keputusan Baso jelas: ia melarang total aktivitas mobilisasi alat berat sebelum perusahaan memperbaiki kerusakan jalan yang telah terjadi.

Sikap ini menunjukkan komitmen kuatnya bahwa infrastruktur desa dan kenyamanan warga harus menjadi prioritas di atas kepentingan bisnis manapun.

“Kami tidak anti-investasi, tetapi kami menuntut tanggung jawab. Kerusakan jalan ini mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Perbaiki dulu, baru boleh beroperasi lagi. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami sebagai pemerintah desa kepada masyarakat,” ujar Baso dalam sebuah kesempatan.

Kepemimpinan yang Menginspirasi
Kisah Baso adalah cerminan dari pemimpin desa modern yang tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi berani menjadi motor penggerak perubahan.

Inovasinya di Bonelemo tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberdayakan warga lokal. Sementara ketegasannya dalam isu lingkungan menjadi pengingat bagi perusahaan besar tentang pentingnya etika dan tanggung jawab sosial.

Desa Bonelemo kini bukan hanya dikenal karena lokasinya di Luwu, tetapi juga karena visinya: desa adalah sekolah alam, dan pemimpinnya adalah pelopor inovasi yang berani. **ril***

Laporan : Arifin Muha

Pos terkait