Luwu.metro-pendidikan.com. Jembatan Maputeh di Desa Malenggang, Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), Kabupaten Luwu rubuh karena sudah termakan usia. Kini tinggal rangka baja (besi) yang membentang sepanjang 12 meter di atas Sungai Maputeh berlantaikan papan kayu sudah hancur sejak beberapa tahun lalu.
Dari hasil pengamatan langsung wartawan Metro Pendidikan dua tahun lalu bahwa Jembatan Maputeh tidak lagi berfungsi untuk dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat. Praktis, kendaraan yang melintas dari arah Desa Malenggang menuju ke desa lain dalam wilayah Kecamatan Latimojong harus turun ke sungai menantang derasnya air banjir.
Demikian warga Dusun Maputeh dan Dusun Pakke yang hendak ke kebun mereka, tidak lagi melalui jembatan tersebut karena beresiko dan rawan kecelakaan. Belum lagi, siswa kalau terjadi banjir besar di Sungai Maputeh terpaksa tidak ke sekolah (belajar) karena takut menyeberang sungai tersebut.
“Kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun, tak ada perhatian dari pemerintah desa setempat termasuk pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten Luwu, sepertinya acuh terhadap jeritan warga di sini, pada hal sumber hasil pertanian dari sejumlah desa di Bupon dan Kecamatan Latimojong terbilang pemasok terbesar hasil pertanian di Luwu”, demikian Surahman, tokoh masyarakat dalam suatu kesempatan di Desa Malenggang.
Kondisi terkini, berdasarkan laporan sejumlah warga Desa Malenggang, jembatan Maputeh makin memprihatikan dan celakanya mobil truk pengangkut pupuk dari Belopa menuju ke Kecamatan Latimojong terperosok bahkan nyaris terjun ke Sungai Maputeh.
Surahman, salah seorang kepala dusun di Desa Malenggang mengatakan bahwa Jembatan Maputeh segera diperbaiki melalui Alokasi Dana Desa (APBD) dan Dana Desa (DD) bersumber dari pusat. “Kami sudah sering usulkan lewat Musrembang Desa agar jembatan tersebut diusulkan untuk anggaran perbaikan, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya”, ungkap Surahman dengan nada kesal.
Tidak hanya itu, lanjut Surahman mengakui bahwa sudah sering kali menyampaikan ke Ketua BPD Malenggang, Junaidi. Namun dia hanya bilang belum ada respon dari Kepala Desa Malenggang selaku kuasa pengguna anggaran baik ADD maupun DD.
Bagi Surahman, tidak ada alasan Pemdes Malenggang atau pihak terkait di Pemkab Luwu untuk tidak mengalokasikan anggaran perbaikan Jembatan Maputeh. Sebab jembatan ini adalah satu satunya penghubung antara Dusun Maputeh dengan Dusun Pakkek.
Bahkan, jembatan tersebut dapat menghubungkan sejumlah kecamatan di Luwu, antara lain Kecamatan Bupon dengan Kecamatan Latimojong. “Alasan dari Sekretaris Desa Malenggang tidak bisa menggunakan dana desa”, ujar Surahman sembari menukilkan keterangan Sekdes tersebut sehingga menimbulkan reaksi warga menanyakan bahwa perbaikan jembatan untuk kepentingan umum.
Kini masyarakat Desa Malenggang mengharapkan dianggarkan melalui dana desa untuk perbaikan jembatan tersebut. Harap Pemkab Luru turun tangan dan estimasi nilai anggaran sebesar 50 juta rupiah itu dianggap bisa di kerjakan melalui anggaran dana desa.
“Alasan masyarakat Jembatan Maputeh telah memiliki dasar bangunan sebelumnya sehingga tinggal melanjutkan saja”, tandas Surahman.
Sementara itu, Kepala Desa Malenggang Rahman Arif, Sekretaris Desa Malenggang Muis yang hendak dikonfirmasi media ini tidak berhasil ditemu kedua bersangkutan. **sur***
Laporan : Darwis Jamal






