Dr Muhsin Mahfudz, Putra Terbaik Mandar Dikukuhkan Jadi Guru Besar Dalam Bidang Ilmu Tafsir

Gowa, metro-pendidikan.com ] Prof Dr Muhsin Mahfudz, S.Ag, M.Th.I, satu dari tiga dosen Fakultas Ushuluddin dan Fulsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar telah dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam Bidang Ilmu Tafsir, UIN Alauddin Makassar, Senin (4/3/2024) di Gedung Auditorium, Kampus 2 UIN Alauddin, Samata Kabupaten Gowa.

Dua rekan dosen lainnya, Prof Dr H Muhaemin Latif, M.Th.I, M.Ed dan Prof Dr Hamzah Harun Al-Rasyid, MA, juga dikukuhkan sebagai Guru Besar UIN Alauddin Makassar masing-masing dalam Bidang Ilmu Teologi Islam.

Pengukuhan ketiga guru besar tersebut, menjadi momen spesial dan kebahagiaan bagi keluarga besar civitas akademika Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Termasuk jajaran Pengurus IKatan Alumni FUF, ikut merasa bangga lantaran anggotanya sukses meraih prestasi puncak dalam karir akademiknya.

Prof Muhsin Mahfudz, salah satu putra terbaik Mandar (Sulawesi Barat) dapat menyita perhatian warga kampus UIN Alauddin khususnya di jajaran BPC IKA FUF dengan memberi ucapan selamat dan sukses kepada sang Professor yang kini aktif menjabat Sekretaris Umum IKA FUF periode 2024-2029

Tak hanya itu, apresiasi dan rasa haru juga datang dari berbagai kolega ditujukan kepada alumni terbaik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat angkatan 2005 ini. Muhsin yang juga mantan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar tersebut
menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar berjudul “Kontestasi Tafsir Skripturalis dan Tafsir Substansialis pada Halaqah Tafsir di Tengah Gempuran Tafsir Al Qur’an di Media Sosial”.

Prof Muhsin Mahfuz, pria kelahiran Kanang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) tahun 1971, menempuh pendidikan dasar di SDN 012 Kanang, Polewali Mandar, Sulbar. (1984) Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di MTs Pondok Pesantren DDI Kanang, Sulbar (1987).

Muhsin Mahfudz kemudian pindah ke Kota Makassar dalam melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Ujung Pandang (1990). MAPK adalah binaan Kementerian Agama, kini berubah nama menjadi MAN PK Makassar.

Pada tahun sama, Muhsin Mahfudz lanjut kuliah S1 di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat memilih Jurusan Tafsir Hadits, tamat (1995) setelah berhasil menulis skripsi berjudul, “Studi Kritis Atas Hadits-Hadits Landasan Tasawuf”.

Pendidikan magister (Strata Dua ) dijalani pada almamater yang sama dan tamat (2004) setelah sukses menulis tesis berjudul,” Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial (Kajian Tafsir Meudhu’i).

Hanya berselang beberapa tahun kemudian, ia melanjutkan program studi doktor di UIN Alauddin Makassar dengan menulis Disertasi berjudul, “Transformasi Metodologi Tafsir Lokal di Sulawesi Selatan’, tamat (2015).

Sebelumnya (1997), Muhsin Mahfudz mengikuti program pembibitan calon dosen di Jakarta. Pada tahun 2005, ia mengikuti Sandwich Program Intensive Research at Postgraduate Level University of Melbourne, Australia serta penelitian berjudul, ” Radical Islamic and Terrorism in South Sulawesi”. **

Laporan : Darwis Jamal Takdir

Pos terkait