Gowa.metro-pendidikan.com. Sampah liar yang bertumpuk dan berserakan pada bahu jalan dibuang oleh sebagian warga perumahan, di perbatasan wilayah Tacciri (Kelurahan Lembang Parang) Kecamatan Barombong dengan wilayah Dusun Kampung Pasang, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng menjadi pemandangan jorok dan busuk bagi warga lain yang lewat di Jalan Abdul Hamid Makkarannu Dg Bombong tersebut.
Kondisi itu, tak perlu terjadi andaikata sebagian warga perumahan yang ada dalam wilayah Lingkungan Tacciri dan Dusun Kampung Parang serta warga sekitar lainnya sadar betul dan memiliki rasa malu serta prilaku yang baik untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.
Begitu komentar yang sama saat kerja bakti yang dipimpin Pj Kepala Desa Panciro Asram Suhendra, ST, M.AP dengan obyek kegiatan pembersihan sampah liar di perbatasan wilayah Tacciri atau Dusun Kampung Parang, Sabtu (28/3/2026) sore kemarin.

Pj Kades Panciro tidak sendiri, tapi juga hadir sejumlah anggota BPD, Sekretaris Desa Panciro Abd Rahman Rani, Babinsa Panciro Serda Hasan, Bhabinkamtibmas Panciro Aiptu Achmad Zubair, para perangkat desa (Kasi, Kaur & Kepala Dusun) serta sejumlah Ketua RT/RW se-Desa Panciro.
Dari Pemerintah Kelurahan Lembang Parang sendiri hadir diwakili Kepala Lingkungan Dg Mangung, juga terlibat dalam kerja bakti tersebut. Bahkan, Lurah Kembang Parang Abd Rahman Dg Nassa berjanji akan memasang CCTV dalam waktu dekat ini, tepatnya di areal perbatasan wilayah Lingkungan Tacciri dengan Dusun Kampung Parang.
“CCTV diharapkan bisa terpantau langsung siapa saja oknum warga yang membuang sampah di titik tersebut. Jika ada warga kami kedapatan buang sampah di sini, harap lapor ke Kantor Lurah Lembang untuk diberi sanksi tegas dan sampahnya segera diambil kembali dibawah pulang”, begitu penjelasan Lurah Lembang Parang kepada Pj Kades Panciro yang sempat bertemu beberapa jam sebelumnya di lokasi sama.
Sementara itu, Pj Kades Panciro mengaku, pihaknya bersama warga setempat sudah beberapa kali mengangkat sampah tersebut ke mobil truk milik Pemdes Panciro, tepatnya bagian samping Bengkel Honda Gowata Sakti Panciro. Kini, pembuangan sampah liar kembali terulang dan bergeser di wilayah perbatasan Lingkungan Tacciri dengan Dusun Kampung Parang.
“Kami juga berhasil memasang sejumlah baliho perihal larangan tidak membuang sampah di titik tersebut. Tapi warga tak ada rasa takut dan malu, koq tetap membuang sampahnya di titik lain pada jalan yang sama”, ujar Asram Suhendra dengan nada kesal.
Asrama Suhendra yang juga Bendahara KNPI Kabupaten Gowa menegaskan, mengangkat sampah liar milik warga yang tak taat aturan, bukan tugas kepala bersama jajaran, melainkan menjadi tanggung jawab dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa.
“Karena sampah liar warga berada dalam wilayah Desa Panciro, maka kami ikut ambil peran serta terlibat dalam pembersihan sampah guna mendukung program Bupati yakni Gowa Bersih”, tandas Asram Suhendra.
Meskipun begitu, lanjut Pj Kades Panciro, warga setempat diminta bantuannya dan mari sama-sama merawat lingkungan yang bersih serta diharap warga lainnya agar tidak membuang sampahnya di sembarang tempat.
“Warga yang buang sampah bukan pada tempatnya, sebetulnya mereka tahu bahwa itu melanggar hukum dan moral, tak ada rasa malu, tak ada iman di hati. Tapi itulah cerminan prilaku mereka buruk karena jiwa dan pikirannya pun tidak sehat”, tukas Babinsa Panciro Serda Hasan.
Melalui semangat annangkasi dan kebersamaan, bagi Asram Suhendra, solusi penanganan sampah liar di beberapa titik dalam wilayah Desa Panciro terus bergerak cepat serta didukung dari sejumlah parnert kerja, antara lain BPD, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Panciro.Termasuk BUMDes Panciro siap menyediakan armada (mobil truk) beserta sopir saat berlangsung pembersihan sampah liar tersebut. ***
Laporan : Darwis Jamal






