Gowa.metro-pendidikan.com. Yayasan Bina Insan Cendikia Lukmanul Hakim (YBIC-LH), satu diantara lembaga pendidikan Islam/pondok pesantren di Sulawesi Selatan aktif terlibat pada aksi penanaman pohon matoa dalam rangka memperingati Hari Bumi 22 April 2025 lalu dan merespon pemanasan global yang berdampak terhadap perubahan iklim, lingkungan dan hajat manusia.
Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Bina Insan Cendikia Lukmanul Hakim (YBIC-LH) Kabupaten Gowa, Drs H Wahid Hasyim Lukman, M.Si. Bahkan, ia menjelaskan, pihaknya hadir dan ambil peran dalam aksi penanaman pohon matoa sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program atau kegiatan Kementerian Agama Pusat berlaku hingga jajaran, perguruan tinggi, satuan pendidikan Islam dan pondok pesantren dalam lingkup Kemenag mendorong akselerasi penanaman pohon matoa di setiap lokasi unit kerja.

Melalui tema kegiatan, Partisipasi Gerakan Satu Juta Pohon Kemenag RI, “Kesadaran Ekoteologi Demi Harmoni Dengan Lingkungan”. YBIC Lukmanul Hakim Gowa melakukan aksi penanaman pohon matoa tersebut di dua tempat, yakni Kampus YBIC Lukmanul Hakim sendiri di Jalan Dato Ripanggentungang, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu pada 22 April 2025 dan Kampus UIN Alauddin Samata-Gowa, Senin 28 April.2025.
“Aksi penanaman pohon matoa yang kami lakukan di halaman fakultas adalah program pemerintah melalui partisipasi gerakan satu juta pohon Kemenag RI dalam rangka hari bumi. Kami bersama pimpinan fakultas dan sejumlah dosen senior berhasil menanam sebelas pohon matoa dan bibitnya bantuan dari YBIC Lukmanul Hakim,” jelas H Wahid Hasyim.
Kerja sama penanaman pohon matoa kali ini, sambung Wahid Hasyim, merupakan rangkaian dan kelanjutan kerja sama sebelumnya antara YBIC -LH dengan Prodi Tafsir dan Ilmu Qur’an pada bidang SDM dan Tahfidzul Qur’an.
“Kerja sama itu, kami naikkan ke tingkat fakultas melalui penanaman pohon matoa, di mana aksinya dilakukan setelah puncak peringatan hari bumi,” kata Wahid Hasyim yang menjabat Ketua Umum IKA FUF UIN Alauddin Makassar periode lalu.
Sukses melakukan penanaman pohon matoa tersebut kali ini, Wahid Hasyim menegaskan, itu juga terkait kontribusi alumni kepada almamater Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. **
Laporan : Darwis Jamal






