Luwu-metro-pendidikan.com. Sekitar ribuan pelajar SMA/SMK se- Kabupaten Luwu berpartisipasi dalam pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Festival Sulsel Menari baru saja ini.
Penjabat Bupati Luwu, Drs. Muh. Saleh, M.Si turut menyaksikan di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa pemecahan 2 rekor MURI yakni Kategori Penari Pelajar Terbanyak dan Kategori Penggunaan Baju Bodo Terbanyak.
Pada pemecahan rekor tersebut dipusatkan di Lego-lego, Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, tersebut diikuti 24.913 pelajar secara serentak di 24 kabupaten kota menarikan Tari Paddupa mengenakan baju bodo, baju adat khas Sulawesi Selatan.
Muh. Saleh menjelaskan pencatatan rekor MURI ini sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Tari Paduppa dan mengenakan baju bodo.
“Pemerintah Daerah tentu sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dan ini menjadi tonggak awal untuk melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat Sulsel”, ujar Muh Saleh.
Ia menambahkan, Kedatuan Luwu sebagai bagian dari entitas sejarah sekaligus merupakan salah satu kerajaan besar dengan nilai budaya yang perlu dijunjung tinggi. Sehingga generasi ke depan tidak melupakan sejarah dan nilai-nilai budaya yang ada di Sulsel terutama di Tana Luwu. **hms**
Laporan : Arifin Muha






