Ramah Tamah Wisuda Angkatan 114 & 115 Warnai Suka Cita, Dekan FUF Harap Menjadi Sarjana Original

Makassar.metro-pendidikan.com. Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar kembali menyelenggarakan acara ramah tamah wisuda angkatan 114 dan 115. Kegiatan ini berlangsung di Sultan Alauddin Hotel dan Convention, Lantai I Jl. Sultan Alauddin No 63 Makassar, Ahad (19/10/2925).

Ramah tamah wisuda yang digelar sekaligus dalam dua angkatan ini, berjumlah 114 orang. Angkatan 114 tercatat 77 orang dan angkatan 115 berjumlah 37 orang. Dalam hajatan yang sarat emosional oleh segenap warga keluarga besar fakultas ini, selain dihadiri Dekan FUF Prof Dr Muhaemin Latif, M.Th.I, M.Ed, Wakil Dekan 1 Dr Hj Wahyuni, M.Si, Wakil Dekan 2 Prof Dr Hj Darmawati Hanafi, M.HI, Wakil Dekan 3 Syahrir Karim, M.Sc, Ph.D, juga Kepala Bagian Tata Usaha FUF Hj Hasniati, S.Ag, M.Ag.

Juga hadir Ketua Umum BPC Ikatan Alumni FUF Dr H Muhammad, MM dan para Ketua/Sekretaris Program Studi (Prodi) lingkup FUF UIN Alauddin Makassar, para orang tua alumni (wisudawan/wati ) dari kedua angkatan serta sejumlah guru besar dan dosen terbaik FUF UIN Alauddin, antara lain Prof Dr Muhammad Saleh Tajuddin, Dr Hj Andi Nurbaety dan Dr H Muh Firdaus, M.Ag.

Prof Hj Darmawati yang menyampaikan kesan dan pesan mewakili salah seorang orang tua wisudawan yakni Arham Muzahir, lulus terbaik dengan pradikat Cumlaude dari Prodi Ilmu Qur’an Tafsir, tampak tak kuasa menahan rasa haru serta linangan air mata, bagian sebagian besar dari hadirin ikut larut dengan kenangan duka cita tersebut.

“Saya tidak menyangka kalau panitia mendaulat saya untuk menyampaikan kesan pesan pada acara ramah tamah wisuda kali ini. Karena ini merupakan amanah, saya harus lakukan sebagai bentuk kecintaan saya kepada anak-anakku yang segera diwisuda besok dan secara khusus putra saya Arham Muzahir yang telah menunjukkan baktinya kepada kedua orang tuanya, meski sudah ditinggal ayahnya sejak tiga tahun lalu menghadap kehadirat Allah SWT”, jelas Hj Darmawati sembari mengenang suaminya H Bahrum, SE, M.Ak., Akt CA.

Meski begitu, lanjut putri kelahiran Welado (Bone) 3 Juni 1971 lalu, Ahmad Mumtaz, ST, MT (putra sulung) dari pasangan H Bahrum dengan Hj Darmawati hadir mendampingi adiknya sekaligus ‘pengganti ayahnya’ almarhum pada acara ramah tamah wisuda tersebut.

“Secara pribadi dan keluarga almarhum mengaku momen ini terbilang spesial serta amat sulit melupakannya”, ujar Bendahara Umum BPC IKA FUF UIN Alauddin Makassar.

Dibalik kenangan duka cita itu, Hj Darmawati tampak tegar sebagai sosok ibu yang kuat dan tangguh, kini berperan sebagai single parents. Bahkan, ia tetap memberi support kepada putranya Akram Muzahir dan secara umum alumni angkatan 114 den 115 agar tetap mandiri.

Malah sebaliknya, ia berpesan kepada para wisudawan kangen pernah melupakan jasa kedua orang tua termasuk para guru atau dosen yang membuatnya menjadi manusia berguna kepada keluarga, masyarakat dan bangsa.

Tidak hanya itu, dia juga berpesan bahwa wisuda sarjana bukan akhir dari segala perjuangan, tapi merupakan awal sebuah proses panjang untuk menggapai harapan dan cita-cita.

“Kalian akan menghadapi ujian yang berat ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Perlihatkan kemampuan kalian sesuai kompetensi masing-masing yang telah diperoleh dari fakultas tercinta ini”, pesan Hj Darmawati Hanafi ini.

Pesan penting lainnya, sebut Hj Darmawati, jangan pernah melupakan almamater UIN Alauddin Makassar khususnya Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Kalian juga sampaikan kepada masyarakat bahwa menuntut ilmu pengetahuan di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat adalah terbaik di UIN Alauddin Makassar.

“Termasuk jangan pernah berhenti belajar dan tidak boleh sombong nanti kualat, selalu bersikap rendah hati serta memiliki akhlak yang mulia”, ujar Hj Darmawati yang juga Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Kepakaran Fikih Keluarga Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, yang dikukuhkan pada 20 Agustus 2025 lalu

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat,
Prof Muhaemin Latif dalam sambutannya mengatakan, jadilah sarjana original yang memiliki kompetensi keilmuan yang jelas bukan kawe-kawe.

“Anak anakku sukses di sana harus matang keilmuannya yang pernah diajarkan oleh dosen semua prodi. Kompetensi kalian tidak diragukan lagi dan terus back up serta didukung skill seperti mahir bahasa Inggris, bahasa Arab dan hafidz, insya Allah suatu saat kalian menjadi orang sukses dan bahagia”, tandas Prof Muhaemin Latif.

“Kompetensi yang jelas jangan pernah ragu. Kesuksesan kadang mengalami dinamika naik turun, bahkan kesuksesan itu tak pernah diraih secara gratis atau datang secara cuma-cuma, namun butuh proses cukup panjang dan kerja keras”, ucapnya dengan nada meyakinkan.

Bagi dekan termuda di lingkup UIN Alauddin bahwa buah dari perjuangan yang sesungguhnya adalah kebahagiaan. Di Ushuluddin adalah tempat diajarkan menjadi orang sukses dan bahagia, Karena hakekat orang sukses itu, antara lain tidak pernah melupakan jasa orang lain.

Pada penghujung acara ramah tamah dilanjutkan penyerahan nama-nama alumni angkatan. 114 dan 115 tahun akademik 2025, dari Dekan FUF Prof Dr Muhaemin Latif kepada Ketua Umum IKA FUF UIN Alauddin Dr H Muhammad. **

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait