Gowa.metropendidikan.com. Program Pemerintah Kabupaten Gowa PQJI (Pencerahan Qalbu Jum’at Ibadah) sempat terhenti pelaksanaannya kurang lebih dua tahun akibat pandemi Covid 19 melanda negeri ini sejak 2019 lalu.
Mengingat wabah Covid- 19 sudah melambai, maka kegiatan PQJI kembali dilaksanakan secara serentak di setiap kecamatan, desa dan kelurahan dalam wilayah Kabupaten Gowa, mulai 2 Agustus 2024.

“Khusus PQJI pertama tingkat Kecamatan Bajeng ini, kita laksanakan di Masjid Besar Limbung pada Jum’at pertama Agustus 2024 ini,” ujar Camat Bajeng, Hj Siti Haerani, S.Sos saat menyampaikan kata sambutan pada acara PQJI perdana Tingkat Kecamatan Bajeng ini.
Masih terkait pelaksanaan PQJI tingkat Kecamatan Bajeng, berlangsung pada Jum’at pertama dan Jum’at ketiga dilaksanakan di ibu kota kecamatan. Sedangkan Jum’at kedua dan Jum’at keempat dilaksanakan di setiap desa atau kelurahan.
“Saya harap para kepala desa termasuk lurah agar dapat menfasilitasi para da’i saat menjalankan tugas ceramah PQJI di wilayah saudara”, ucap Siti Haerani sembari mengajak mari kita semangat dan kompak menyambut program unggulan Pemkab Gowa ini.
Sementara itu, Darwis, S.HI, Koordinator Jum’at Ibadah Tingkat Kecamatan Bajeng menambahkan, untuk memudahkan koordinasi dan efektifitas dari pelaksanaan PQJI tersebut, mulai tahun ini dibagi tiga zona pengkoordinasian yakni, empat kelurahan (Limbung, Tubajeng, Mata Allo dan Kalebajeng) ditambah tingkat Kecamatan dibawah koordinasi Drs H Akbar Samad.
Lima desa, yakni Bontosunggu, Maradekaya, Panciro, Maccini Baji dan Penyangkalang dikoordinir oleh Ustad Darwis Dg Ngago. Lima desa lainnya, Bone, Lempangang, Pebbentengang, Paraikatte dan Tangkebajeng dikoordinir oleh Muh Faisal, S.S, MH.
Pada pelaksanaan PQJI perdana kali ini, hadir unsur Tripika Bajeng (Camat Bajeng, Kapolsek, Danramil), Kepala UPTD/Instansi se-Kecamatan Bajeng, Staf Kecamatan Bajeng, Staf dan Penyuluh Agama KUA Bajeng, para Kades/Lurah beserta perangkat se-Kecamatan Bajeng.
Adapun pembawa ceramah PQJI Ustad Jusriadi, S.Sos, M.Si dengan pokok bahasan perlunya setiap manusia menjaga hati (jiwa) dari berbagai perbuatan tercelah dan dosa. Sebaliknya, dia juga mengajak bahwa hati harus dirawat melalui perbuatan baik dan terpuji.**
Laporan : Darwis Jamal






