Luwu Utara. metro-pendidikan.com. Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Madrasah ( OSIM) di DDI Masamba tingkat Aliyah dan Tsanawiyah menjadi ajang para siswa untuk belajar berdemokrasi. Proses pemilihan pun digelar layaknya Pemilu/Pilkada, bahkan beberapa atribut pendukung pemilu/pilkada seperti daftar hadir, bilik suara, kotak suara, papan penghitungan, surat suara, petugas pemilu dan tinta lengkap disediakan petugas pemilihan OSIM tersebut
Pesta demokrasi di tingkat satuan pendidikan (madrasah) kali ini turut hadir Kepala Pendis Kementrian Agama Kabupaten Luwu Utara Amiruddin, S.Pd.I.,M.Pd.I serta Kepala Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah DDI Masamba beserta para guru-guru untuk memberikan hak suaranya, berlangsung Sabtu (15/2)2925).
Kegiatan pemilihan ini berlangsung di halaman sekolah pada pukul 08.30 hingga berakhir pukul 11:30 Wita. Sebelumnya, panitia pemilihan sudah melakukan agenda debat para calon dan kampanye 3 paslon tingkat MA dan 4 paslon tingkat Tsanawiyah.
Semua paslon tersebut merupakan representasi siswa-siswa terbaik di kelasnya dengan rekam jejak prestasi akademis dan ekskul yang baik. Mereka siap bertanding untuk menempati jabatan prestisius, Ketua OSIM dan Wakil Ketua OSIM masa bakti 2024 – 2025/2025-2026.
Adapun nama-nama paslon tersebut untuk tingkat tsanawiyah antara lain Muh. Fadlan Anugrah dan Rafa Eryanda R (paslon1), Claudia Nur Mahsa dan Nurul Huda ( paslon 2) , Bintang dan A. Satriani ( paslon 3), Nur Salsabila dan Qinara Mukita ( paslon 4).
Adapun Paslon tingkat Aliyah Afnitahul Jannah dan Miftahul Jannah (paslon 1), Ikhsan Irawan dan A.Ingrid (paslon 2), Nurul Aeni dan Citra Lestari (paslon 3).
Asra, SM selaku Pembina Osim menjelaskan jumlah partisipan pemilih adalah sebanyak 125 tingkat tsanawiyah beserta guru dan staf dan aliyah 150 beserta guru dan staf, Jumlah ini sebanding dengan jumlah surat suara yang tersedia.
Kepala Pendis, Kemenag Agama Kabupaten Luwu Utara Amiruddin, S.Pd.I.,M.Pd.I justru mengapresiasi pemilihan OSIM sebagai ajang pendidikan berdemokrasi yang sehat.
Menurutnya, OSIM adalah satu satunya organisasi resmi yang ada di sekolah. Maka pengurus OSIM harus bisa menjadi role model bagi organisasi ekskul-ekskul lainnya dalam hal tata kelola organisasi dan manajemen keorganisasian di tingkat satuan madrasah (sekolah).
“Para paslon yang terpilih, jalankan roda organisasi OSIM dengan penuh tanggungjawab. Jadilah pribadi yang berkarakter ( akhlakul karimah) dengan menjunjung nilai santun, peduli, integritas, responsif dan bertanggung jawab”, tandas Amiruddin.
Dia juga berharap buatlah target agar setiap program-kerja yang dirancang dapat dirasakan dampaknya oleh semua warga sekolah. **Laporan : Hasdir/Arifin






