Kemenag Sulsel Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Aktor FKUB Dalam Pelopor Moderasi Beragama

Gowa, metro-pendidikan.com. Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan memberi kepercayaan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa untuk melaksanakan workshop Peningkatan Kapasitas Aktor FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Dalam Pelopor Moderasi Beragama Angkatan 1 Tahun 2024.

Kegiatan ini digelar pada Sabtu (13/1), bertempat di Aula Lantai 2 Kemenag Gowa serta dihadiri kurang lebih dari 100 tokoh agama dari berbagai utusan agama di Kabupaten Gowa, para imam desa dan kelurahan se-Kabupaten Gowa.

Kepala Kemenag Kabupaten Gowa H Aminuddin saat menyampaikan kata sambutan, menyampaikan ucapan terima kasih Kepala Kemenag Sulsel telah memberikan kepercayaan kepada Kemenag Gowa selaku tuan rumah pada pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Aktor FKUB Dalam Pelopor Moderasi Beragama Angkatan 1 ini.

“Dipilihnya Gowa sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut tak lepas dari kondisi dan situasi kehidupan beragama di daerah ini mengalami kemajuan cukup positif dan signifikan, “ungkapnya.

Bagi H Aminuddin, kegiatan Peningkatan Kapasitas Aktor FKUB dalam Pelopor Moderasi Beragama Angkatan 1 tahun 2024 adalah kepercayaan sekaligus menjadi cambuk dan motivasi untuk terus mendorong para Kepala KUA, para tokoh agama dari berbagai lintas agama, para, imam desa/kelurahan termasuk penghulu agar merawat toleransi beragama yang sudah berjalan dengan baik, rukun dan damai,”jelas H Aminuddin.

Pada tempat sama, Plt Kepala Kemenag Sulsel Dr H Ali Yafid menyebutkan, Gowa satu diantara kabupaten/kota di Sulsel dinilai kehidupan beragama termasuk toleransi antarumat beragama berlangsung cukup baik dan rukun.

“Secara umum indeks kerukunan beragama di Sulsel berada pada angka 76 persen. Angka ini juga menempatkan Sulsel masuk dalam rata-rata nasional pada capaian indeks kerukunan agama yang baik di Indonesia, “ungkap Ali Yafid dalam sambutannya.

Tidak hanya itu, lanjut Kepala Tata Usaha (TU) Kemenag Sulsel ini, Sulsel merupakan provinsi di Indonesia paling besar anggaran untuk bidang keagamaan yang bersumber dari APBN beberapa tahun terakhir ini.

“Kita di Sulsel khususnya Kementerian Agama patut bersyukur bahwa besarnya anggaran bidang keagamaan dari pusat tak lepas dari perjuangan para wakil kita yang duduk di DPR RI. Sebut saja, bapak Dr H Ashabul Kahfi yang kini menjabat Ketua Komisi VIII DPR RI antara lain membidangi masalah keagamaan, “ujar Ali Yafid.

Komisi VIII DPR RI sebagai mitra Kementerian Agama RI, Ali Yafid mengaku, sungguh tepat sekali menghadirkan Ketua Komisi VIII ini sebagai pembicara tunggal pada workshop peningkatan kapasitas aktor FKUB Dalam Pelopor Moderasi Beragama Angkatan Pertama Tahun 2024 ini.

Ashabul Kahfi di mata Ali Yafid adalah wakil rakyat yang banyak memperjuangkan kepentingan Sulsel di tingkat nasional khususnya postur anggaran.Termasuk beliau berhasil memperjuangkan insentif honorer para penyuluh agama dari Rp 1 juta menjadi Rp 1, 5 per bulan.

Tidak kalah penting, lanjut Ali Yafid, bapak H Ashabul Kahfi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi DPR RI berhasil menekan Biaya Ongkos Haji yang diusulkan pemerintah sebelumnya sebesar Rp 100, 5 juta, kemudian turun menjadi Rp 93 juta untuk musim haji 2024 ini.

Sementara itu, H Ashabul Kahfi berpendapat, moderasi beragama penting bagi segenap tokoh agama terutama para imam desa dan kelurahan. Mereka adalah sosok penting dan panutan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Selaku wakil rakyat, dia berjanji akan berjuang total untuk memperbaiki nasib para honorer penyuluh agama. Termasuk para imam desa/kelurahan selain berjuang segi regulasi, juga insentif mereka bisa dicover melalui Dirjen Bimas Islam, Kemenag RI. **

Laporan : Jamal Takdir

Pos terkait