Gowa.metro-pendidikan.com. Setelah sukses melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari daun pandan di Desa Panynyangkalang, kini TP PKK Kecamatan Bajeng kembali memberikan pelatihan serupa yang bahannya berasal dari tanaman bunga telan, berlangsung di Desa Tangkebajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gow baru saja ini.
Inovasi ini disampaikan Nirmalasari SE, MM, Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Bajeng saat berbagi ilmu (nara sumber) terkait pengolahan bunga telan menjadi sabun cair kepada 30 orang dari ibu PKK di Desa Tangkebajeng, Kecamatan Bajeng.
Mereka dengan tekun mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun cuci piring dari bunga telan, mendengarkan penjelasan dari narasumber, yakni Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Bajeng, Nirmalasari.

“Tak hanya dari daun pandan saja, dengan Inovasi yang dilakukan oleh ibu ibu PKK Kecamatan Bajeng, bunga telan yang ditanam dan dibudidayakan oleh PKK Desa Tangkebajeng kini ‘disulap’ juga menjadi sabun cuci piring”, ungkap Nirmalasari.
Selain upaya untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para ibu PKK dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan menumbuhkan kemandirian berwirausaha, kegiatan ini juga untuk tetap menjaga ekosistem alam dari limbah kimia sabun cair hasil produksi pabrik.
“Tentu produk yang ramah lingkungan seperti ini akan tetap menjaga bumi kita dari bahan kimia ketika dibuang kembali ke tanah saat mencuci piring, jadi hematnya secara ekonomis dapat, lingkungan nya juga terjaga,”jelas Nirmalasari dengan penuh serius dan antusias.
Sementara itu, Ketua Tim penggerak PKK Kecamatan Bajeng, Hj Ainun Hajriah menyampaikan,
melimpahnya tanaman bunga telan di Desa Tangkebajeng menjadi inspirasi utama kegiatan ini, mengajarkan pemanfaatan sumber daya lokal yang ekonomis dan ramah lingkungan.
“Kegiatan ini diharapkan memberikan wawasan kepada para ibu PKK tentang manfaat tanaman sekitar yang selama ini mungkin terabaikan. Karena setiap tanaman tentu memiliki manfaat, hanya saja kita belum tahu atau tidak mau melakukan inovasi,” pungkas Hj Ainun Hajriah.
Dia juga mengharapkan, dari 30 peserta ini bisa menyampaikan dan membagi pengetahuannya kepada ibu ibu lainnya yang ada di Desa Tangkebajeng. “Semoga kegiatan kecil ini bisa menjadi efek domino dalam pemanfaatan tumbuhan sekitar untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Ainun Hajriah.
Selain itu, lanjut Ainun Hajriah, pelatihan seperti ini membuka mata mereka akan potensi ekonomi yang tersembunyi di sekitar mereka, potensi yang dapat diubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan jika ingin dikembangkan dalam bentuk usaha
Pada tempat sama, Ketua PKK desa Tangkebajeng, Hj Mutmainnah l, S, S.ST menyampaikan bahwa pelatihan pengelohan bunga telan menjadi bahan cuci piring alternatif ino arapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan kemandirian dalam berwirausaha di Desa Tangkebajeng, memberdayakan para ibu PKK untuk menjadi pelaku ekonomi yang tangguh di tengah semakin sulitnya ekonomi global.
Nirmalasari dalam materinya juga menjelaskan bahwa penumbuhan UMKM adalah solusi terbaik meningkatkan perekonomian warga, apalagi jika di Desa Tangkebajeng ibu ibu mampu membuat UMKM baru yang mengolah bunga telan menjadi produk yang bisa dilempar ke pasar.
UMKM pernah terbukti menyelamatkan bangsa dari krisis moneter tahun 1998, saat semua pelaku usaha besar gulung tikar, UMKM tidak terdampak krisis karena kegiatan ekonominya tidak bergantung fluktuasi ekonomi dunia.
Bahan baku dan pasarnya dari dalam negeri, jadi selalu aman dari krisis global.
Seperti sumber lainnya, Nirmalasari menekankan manfaat praktis pelatihan ini, yaitu penghematan pengeluaran rumah tangga dan peluang usaha baru dalam menyiasati sulitnya kegiatan perkonomian masyarakat. **ril*”
Laporan : Darwis Jamal






