Gowa, metro-pendidikan.com. Ketua Komisi DPR-RI, Dr H Ashabul Kahfi, M.Ag dalam kunjungan penguatan Moderasi Beragama di Sulsel, tepatnya Kabupaten Gowa baru saja ini. Dia berjanji dan akan berjuang secara total untuk memperjuangkan insentif para imam desa dan kelurahan.
Menurut mantan anggota DPRD Sulsel tiga periode ini, Kementerian Agama RI salah satu mitra kerja komisi yang dipimpinnya. “Sulawesi Selatan salah satu provinsi di Indonesia terbilang besar anggarannya untuk bidang keagamaan. Itu tak lepas dari lobi dan kerja kami selaku anggota DPR-RI di Komisi VIII menangani bidang keagamaan,’ ungkap Ashabul Kahfi saat jadi pembicara utama pada Workshop Peningkatan Peningkatan Kapasitas Aktor FKUB Dalam Pelopor Moderasi Beragama Angkatan 1, difasilitasi Kantor Kemenag Sulsel berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Gowa beberapa pekan lalu.
Kegiatan ini dihadiri para imam desa/kelurahan, tokoh agama dari lintas agama se-Kabupaten dan pengurus FKUB Kabupaten Gowa.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi VIII DPR-RI, dia mengaku, d berhasil berjuang dalam menaikkan insentif para penyuluh agama dar Rp 1 juta menjadi Rp 1, 5 juta setiap bulan. Insentif penyuluh agama, katanya, dapat dibayarkan dari dari APBN melalui Dirjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI.
Ke depan, lanjut politisi PAN ini, berjanji akan memperjuangkan secara maksimal terkait insentif para imam desa/kelurahan melalui pembahasan anggaran di DPR-RI.
Disamping melalui jalur regulasi agar ada penguatan atau payung hukum terkait insentif para imam desa dan imam kelurahan, kemudian bisa dibayarkan melalui Dirjen Bimas Islam,” tambah mantan Ketua Dewan Mahasiswa IAIN/UIN Alauddin Makassar ini.
Dalam pandangan mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, para imam desa dan kelurahan adalah tokoh panutan dan memiliki peran amat vital dalam masyarakat. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui institusi Kementerian Agama di setiap daerah.
Tidak hanya itu, Ashabul Kahfi juga mengingatkan para imam desa/kelurahan harus tanggap dan merespon kemajuan teknologi khususnya teknologi digital yang begitu berkembang pesat.
“Peran atau tugas iman sebagian telah diambil teknologi. Makanya para imam harus segera beradaptasi dengan teknologi digital agar bisa lebih selektif dalam penggunaan teknologi yang hasilnya bisa dirasakan begitu cepat dan semua apa yang mau dilihat terutama peristiwa ada dalam hand phone,” jelas Ashabul Kahfi kini maju Caleg PAN Pemilu 2024 untuk Dapil Sulsel 1 dengan Nomor Urut 1.
Terhadap penjelasan putra ulama kharismatik Sulsel itu, almarhum KH Jamaluddin Amin, para imam tidak boleh alergi dengan teknologi. Sebab melalui teknologi, tugas dan urusan pelayanan masyarakat dan pribadi bisa semakin mudah dan cepat. Meski begitu, sebutnya, teknologi juga bisa menggerus nilai iman dan akidah seseorang. Solusinya harus selektif dalam memfilter seluruh produk teknologi khususnya dalam HP agar tidak terjebak dalam lingkaran syaitan. **
Laporan : Darwis Jamal Takdir.






