Gowa.metro-pendidikan.com. Program Gowa Bersih Bupati Hj Sitti Husniah Talenrang, SE, MM yang merupakan salah satu poin kegiatan 100 hari kerja dari program “Bersama” (Bersih, Cerdas, Sehat, Aman Dan Nyaman) sejak memimpin Gowa, fokus pada peningkatan kebersihan (annakasi) lingkungan yang sehat.
Meski Program Gowa Bersih itu, dilaksanakan secara bertahap dan langka awal ini dimulai dari kantor instansi pemerintah daerah, unit kerja pemerintahan dan serta satuan pendidikan (sekolah). Namun, Pemerintah Desa Panciro, Kecamatan Bajeng justru menindaklanjuti program tersebut lebih luas pada penanganan sampah bersama warga setempat
melalui kerja bakti, rencana mulai bergulir pada Minggu 17 Maret 2925.
Agenda perioritas Pemdes Panciro itu diungkapkan Pj Kades Panciro, Asram Suhendra, ST, M.AP yang ditemui media ini pada kegiatan pembersihan sampah pompengan dan sampah liar (kiriman) berlokasi di bagian Selatan Dusun Mattitobaji, Desa Panciro, Senin (10/3/2025).
“Mulai hari Minggu depan, kita di Panciro bersama warga masyarakat melaksanakan kerja bakti secara serentak (gotong royong) di setiap depan rumah masing-masing termasuk membersihkan got. Kita akan video aksi kerja bakti tersebut lalu disebar di sosial media atau dipublis di media mainstream bahwa di Panciro mendukung penuh program “Bersama” Bupati Gowa”, tandas Asram yang juga mantan Sekretaris Kelurahan Mata Allo.
Terkait dengan aksi kerja bakti serentak itu, Asram Suhendra berharap kepada setiap pengurus masjid dan mushallah Mereka, sebelumnya diminta menyampaikan dan menyebarkan informasi kerja bakti Hari Minggu kepada masyarakat melalui pengeras suara (mikropon).
“Kesan dan asumsi orang luar bahwa Panciro jorok akibat sampah, tidak boleh lagi terjadi. Stigma yang salah itu, kita harus rubah dan jawab melalui aksi kerja bakti bersama unsur pemerintah desa dan masyarakat”, tandas Pj Kades Panciro ini.
Bagi Asram Suhendra, permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa setempat, tapi semua pihak terutama masyarakat perlu terus diedukasi dan dicerahkan supaya ada kesadaran serta rasa malu untuk tidak membuang sembarang tempat.
Sebetulnya penanganan sampah milik warga dan sampah bisnis sudah berjalan dengan baik oleh pihak BUMDes Panciro dengan menggunakan sarana armada berupa mobil truk, motor viat dan petugas yang masih terbatas.
“Tapi, khusus sampah pompengan dan sampah kiriman (liar) tidak boleh dibiarkan berlama-lama, harus cepat diangkat ke mobil truk, kemudian dibawah ke TPA Cadika”, ujar Asram Suhendra sembari memastikan.
Dia juga menyorot kinerja pihak irigasi yang terkesan lambat mengangkat sampah pompengan bertumpuk di Panciro. Seharusnya, mereka koordinasi kepada Pemerintah Desa Panciro dan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa untuk mendatangkan mobil truk sampah.
“Sampah pompengan bertumpuk di hilir, tepatnya di Panciro kadang terlalu lama diangkat. Bisa jadi sampah sudah berhasil diangkat ke darat. Tapi tidak cepat dibuang, itu hanya menambah runyam masalah”, ujar Asram Suhendra sembari berharap bahwa penangan sampah-sampah liar termasuk sampah pompengan harus dilakukan secara koordinatif, kolaboratif dan bertanggung jawab demi mewujudkan Gowa Bersih.**
Laporan : Darwis Jamal






