Gowa.metro-pendidikan.com. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang diperlihatkan oleh warga Jl Rifai Nangka, Dusun Bontoramba Selatan, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa patut diapresiasi. Pasalnya, Jalan Rifai Nangka tepatnya bagian timur dikhawatirkan tergerus longsor apabila turun hujan, sepakat bersama mereka memasang talud dengan biaya patungan.
Tidak hanya itu, mereka juga memperbaiki badan jalan tersebut yang sudah rusak dengan mengganti batu berupa pevin blok. Giat gotong royong warga ini disampaikan Takdir Naba, tokoh pemuda Desa Panciro, sekaligus penginisiatif utama pemasangan talud sepanjang kurang lebih 100 meter serta perbaikan badan jalan di Jl Rifai Nangka, Dusun Bonto Ramba Selatan yang dilaksanakan baru saja ini.
Takdir Naba mengatakan, awalnya hanya iseng-iseng kepada sejumlah warga sekitar perlunya dibuat talud agar Jl Rifai Nangka tidak longsor saat datang hujan. “Bermula dari wacana kecil kepada warga di jalan tersebut, langsung direspon. Saat itu, kami jalankan donasi kepada warga setempat Alhamdulillah, kita berhasil dapatkan dana kurang lebih 3 juta, lumayan untuk membeli bahan berupa semen, batu gunung dan batu pasir’, jelas Sekretaris BPD Panciro ini.
Belum lagi batu pevin blok untuk dipasang di tengah badan jalan yang rusak dan biaya saat kerja bakti seperti makan termasuk pembeli rokok dan lain-lain. “Penggunaan biaya terhadap dua kegiatan tersebut agak besar, bahkan meleset dari estimasi. Tapi, ada dari Depot Utsman Bin Affan Panciro yang menutupi kekurangan tersebut”, tandas pemuda inovatif ini.
Terlepas dari itu, bagi Takdir Naba, memuji semangat kebersamaan warga Jln Rifai Nangka mau memperbaiki sarana umum berupa memasang talud dan perbaikan badan jalan tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah atau dari pihak lain.
“Kebersamaan warga ini terus kami rawat agar terbangun kehidupan masyarakat yang aman dan sejahtera. Itu juga menjadi komitmen kami selaku pengelola Depot Utsman Bin Affan yang mana hasil keuntungan perusahan tersebut 100 persen untuk kegiatan sosial dan keagamaan”, tandas Takdir Naba kepada media ini dalam suatu kesempatan.
Sejumlah tokoh masyarakat tokoh desa Panciro yang dihubungi media ini, Antara lain Anwar Dg Malolo memberi apresiasi yang tinggi terhadap semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Desa Panciro khususnya warga Jl Rifai Nangka Dusun Bontoramba Selatan dalam membangun talud dan perbaikan badan jalan secara swadaya.
“Semoga kebersamaan warga Jl Rifai Nangka menjadi inspirasi warga dusun lain. Saya pikir, ini juga berkat adanya sosok pemuda sekelas Takdir Naba yang dapat mengayomi warga setempat untuk terus melakukan inovasi baik dalam bidang sosial maupun keagamaan bagi warga Desa Panciro dan sekitar”, ujar Kades Panciro periode 2017-2023 dalam suatu kesempatan.
Dalam tempat berbeda, Pj Kades Panciro, Asram Suhendra, ST.M.Ap mengungkapkan, warga atau masyarakat memang sejatinya diberi ruang untuk mengambil keputusan bersama, sehingga mereka dapat memecahkan masalahnya sendiri secara bersama-sama.
“Bukan berarti pemerintah lepas tanggung jawab dari kepentingan warga, tapi yang pasti pemerintah tetap hadir, merespon dan memfasilitasi warganya dalam bentuk pemberian dana yang mengacu pada skala prioritas pembangunan di desa”, ujar Asram Suhendra.
Misalnya drainase yang tersumbat dapat menyebabkan air tidak mengalir, Bagi Suhendra, Asram Suhendra, permasalahan tersebut dapat menjadi cair apabila para pengambil kepentingan di tingkat dusun dan RT/RW terus membangun komunikasi serta duduk bersama dengan warga setempat guna mencari solusi bersama.
Pelibatan dan partisipatif masyarakat dalam berbagai akses kegiatan atau pembangunan di desa melalui semangat gotong royong, itu juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. **
Laporan : Darwis Jamal






