Prodi Akidah Dan Filsafat Islam Sedang Proses Divisitasi BAN-PT Menuju Perbaikan

Gowa metro-pendidikan.com. Program Studi Akidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri Makassar sedang menjalani proses asesmen lapangan oleh Tim Asesor sor Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), berlangsung di gedung FUF UIN Alauddin Kampus 2 Samata, Gowa, selama tiga hari mulai Rabu sampai Jum”at (4-6/11/2025).

Dua asesor BAN-PT itu, Dr Alim Roswantoro, M.Ag (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogyakarta) dan Dr Suhermanto Jafar, M.Hum (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya) disambut dengan tarian Paddupa oleh adik-adik mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat di ruang lobi lantai 1 Gedung FUF UIN Alauddin Makassar.

Mereka didampingi Dekan FUF Prof Dr Muhaemin Latif, M.Th.I, M.Ed menuju ke ruang Munaaqasyah, lantai 2 untuk dilakukan seremoni acara pembukaan Asesmen Lapangan Program Studi Sarjana (S1) Akidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.

Hadir dalam kegiatan penting ini, selain Dekan Prof Muhaemin Latif, juga Wadek 1 Dr Wahyuni, M.Si, Wadek 2 Prof Dr Hj Darmawati Hanafi, M.HI, Wadek 3 Syahrir Karim, Ph.D, M.Si, Ketua/Sekretaris Prodi AFI dan sejumlah Guru Besar antara lain Prof Dr. H Muh Natsir Siola dan Prof Dr Rahmi Damis.

Setelah menyapa dan menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi yang tinggi khususnya kepada kedua asesor tersebut, Dekan Prof Muhaemin mengaku, waktu dan persiapan yang diminta oleh pihak BAN -PT untuk dilakukan asesmen lapangan Prodi AFI begitu cepat dan komunikatif.

“Ada keterlibatan semesta alam, seperti itu filosofinya. Semesta alam merestui sehingga proses dan perjuangan untuk mendapatkan akreditasi unggul dapat berjalan lancar, disamping peran unsur pimpinan fakultas khususnya Wadek 1 Ibu Dr Wahyuni dan Ketua/Sekretaris Prodi AFI melakukan kerja maksimal untuk persiapan asesmen”, ungkap Prof Muhaemin Latif.

Tidak hanya hanya itu, lanjutnya, dia juga aktif menjalin komunikasi dan bertemu langsung dengan bapak Dr Suhermanto Jafar di Surabaya sejak pekan lalu. “Beliau terus mendorong segera melakukan persiapan asesmen lapangan Prodi Akidah dan Filsafat Islam, juga ada andil bapak Prof Dr Arifuddin Ahmad, M.Ag dan mahasiswa bimbingan bapak Suhermanto sedang kuliah pada program pascasarjana di UIN Sunan Ampel Surabaya”, ungkap Prof Muhaemin Latif.

Meski Prodi AFI sudah melakukan upaya menuju proses perbaikan, namun Prof Muhaemin berharap tetap butuh arahan dan bimbingan dari kedua asesor tersebut terutama terkait data dan keterangan yang diperlukan selama berlangsung proses kegiatan asesmen.

Dia juga menyebutkan, dari tujuh prodi dibawah binaan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, empat diantaranya terakreditasi unggul yakni Sosiologi Agama (SOA), Studi Agama-Agama (SAA) Ilmu Al-Qur’an & Tafsir (IQT) dan Ilmu Hadits. ‘Prodi Akidah dan Filsafat adalah yang kelima, kini sedang menjalani proses asesmen. Sedang Prodi Ilmu Politik dan Prodi Hubungan Internasional, juga dalam waktu dekat ini siap asesmen menuju akreditasi unggul’, demikian Prof Muhaemin Latif.

Sementara Itu, Dr Suhermanto dalam arahannya, sebuah prodi menuju akreditasi unggul banyak hal yang menjadi syarat pertimbangan, mulai kesiapan perangkat akademik, SDM maupun kondisi ekonomi mikro dan makro bagi kehidupan masyarakat. Paling penting, tambah Suhermanto, kesiapan asesmen bagi program studi tersebut harus terpenuhi syarat akademik yang ditetapkan oleh pemerintah melalui BAN-PT.

“Ini juga terkait input dan data yang valid dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional seperti moderasi beragama. Memang akreditasi unggul, itu juga menjadi dambaan bagi setiap prodi dan pimpinan fakultas agar lebih kompetitif dalam mencetak sumber daya manusia”, ucapnya.

Hal senada, juga disampaikan mantan Dekan FUF UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Muh Natsir Siola. Bahkan ia menegaskan, prodi yang terakreditasi unggul, bukan hanya menjadi harapan semua pihak terutama civitas akademika dan masyarakat. Tapi juga menjadi kebanggaan pimpinan fakultas dan perguruan tinggi (universitas) termasuk mahasiswa untuk terus berinovasi dalam membangun sumber daya manusia serta berkontribusi kepada bangsa.

Prof Natsir Siola yang juga mantan Wakil Rektor 3 UIN Alauddin mengatakan, prodi yang sudah terakreditasi unggul memberi jaminan kualitas serta menarik minat besar bagi masyarakat masuk kuliah di prodi tersebut berarti berdampak positif lagi ke fakultas sebagai rumah besar civitas akademika.

Masih terkait akreditasi unggul, Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menuturkan, perhatian pemerintah melalui melalui Kementerian Agama RI terhadap prodi tersebut dan secara umum fakultas cepat diperhitungkan. “Termasuk juga adanya kerja sama dengan lembaga perguruan tinggi lain dalam bidang akademik, penelitian dan program beasiswa bagi mahasiswa baik dalam maupun luar negeri juga cepat diperhitungkan oleh pihak pemerintah atau lembaga terkait’, jelas Prof Natsir.

Di samping itu, akreditasi unggul memberi bukti bahwa baik pimpinan fakultas maupun pimpinan universitas dinilai berhasil melakukan pembinaan terhadap prodi-prodi dalam lingkup perguruan tinggi tersebut.

Pada konteks lain, menurut Prof Natsir Siola, adanya akreditasi unggul akan berdampak positif terhadap alumni prodi/fakultas baik yang sedang berkarir maupun akan mencari kerja di berbagai instansi pemerintah dan swasta makin percaya diri. Bahkan, keberadaan almamater (fakultas) dan secara umum lembaga perguruan tinggi tersebut pun ikut terangkat namanya baik di hadapan masyarakat dan level pengambil kebijakan.

“Para alumni kita, tidak lagi dilihat sebelah mata atau dipandang enteng. Sebaliknya alumni perguruan tinggi dari luar mulai segan terhadap Prodi AFI, begini pula prodi lain sebagai tempat lahirnya sarjana telah terakreditasi unggul”, tandas Prof Natsir Siola kepada wartawan Metro Pendidikan Nasional ini. ***

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait