Perumahan Baru Menjamur di Lembang Parang Picu Sampah Liar, Enam Santri Tahfidzul Qur’an Datang Bersihkan

Gowa-metro-pendidikan.com. Tumpukan sampah liar berserakan di jalan masuk ke Lingkungan Tacciri, Kelurahan Lembang Parang atau tepatnya Jln Abd Hamid Makarannu Dg Bombong Dusun Kampung Parang, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, merusak pemandangan, jorok dan bau menyengat.

Sampah bertumpuk dan berserakan di tepi jalan itu telah berlangsung lama. Meski Pemerintah Desa Panciro setiap bulan hingga dua bulan selalu mengangkat sampah tersebut ke mobil truk (armada kebersihan) milik BUMDes Panciro.

“Setelah sampah liar itu kami angkat bersama perangkat dan aparat desa, selanjutnya dibawah ke TPA Cadika. Dua hari kemudian sampah dari warga luar Desa Panciro mulai kembali muncul dan diduga sampah tersebut berasal dari sejumlah perumahan di Kelurahan Lembang Parang yang tidak menyiapkan tempat sampah para penghuni perumahan, “ungkap Pj Kades Panciro Asram Suhendra, ST, M.AP.

Pada tempat berbeda, Lurah Lembang Parang Abd Hamid, S.Sos, M.Si mengatakan, tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik termasuk di jalan masuk Lingkungan Tacciri-tepat nya di Dusun Kampung Parang, wilayah Desa Panciro, dipicu banyaknya perumahan baru yang dibangun oleh pihak pengembang (developer) tanpa menyiapkan tempat sampah khusus warga perumahan.

“Kami di Lembang Parang tidak melayani sampah perumahan baru kecuali sampah warga lama. Itu pun, kami hanya memiliki tiga motor viar yang setiap hari mengambil sampah warga Lembang Parang. Operator yang ada tidak siap melayani volume sampah warga yang setiap hari bertambah,” ujar Abd Hamid di ruang kerjanya baru saja ini

Terlepas dari itu, pemandangan yang humanis dan terpuji dari enam santri perempuan kemudian datang membersihkan sampah tersebut, Sabtu (17/5/2025). Sampah berada di bahu jalan mereka sapu keluar dari bahu jalan sehingga tidak lagi mengganggu kendaraan yang melintas.

Ke-6 santri tersebut adalah santri tahfidzah Pondok Pesantren Ashabul Jannah Hidayatullah Bollangi, Jl. Bollangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa yang kebetulan dititip sementara oleh pimpinan pondok. di salah satu perumahan tak jauh dari lokasi sampah liar tersebut di Desa Panciro, karena gedung pondok pesantren mereka sedang direnovasi.

Para santri tersebut sungguh berhati mulia, punya moral dan berakhlak baik punya inisiatif membersihkan sampah kiriman dan sampah liar itu. Sampah tersebut dibawa dan dibuang begitu saja di tepi jalan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

‘Terima kasih kepada para santri yang telah memberikan contoh yang baik dan secara tidak langsung merupakan teguran kepada orang-orang yang selalu membuang sampah di sembarang tempat,” kata Kadus Kampung Parang, Muh Nasir Ewa.

Warga yang selalu buang sampah yang bukan tempatnya, Nasir Ewa berharap agar tidak melakukan kebiasaan buruk tersebut. Demikian halnya pihak-pihak terkait termasuk warga sekitar segera mengambil langkah untuk membersihkan sampah di tempat tersebut agar pemandangannya tidak lagi jorok dan bau busuk. **

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait