Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo Gugat Pimpinan Kampus
Palopo-metro-pendidikan.com. Aksi unjuk rasa berjumlah sekitar 20 orang yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Birokrasi Universitas Muhammadiyah Palopo, Senin (27/11) kemarin menggugat pimpinan kampus khususnya Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palopo dengan mengajukan tiga tuntutan.
Ketiga tuntutan itu yakni Copot Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadyah Palopo,. Copot SK Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadyah Palopo dan Copot BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Muhammadyah Palopo.
Selama berlangsung unjuk rasa di Jalan Raya depan Kantor Rektorat Unismuh Palopo, mahasiswa menggunakan dua buah alat pengeras suara berupa megaphone serta membentangkan sebuah
spanduk yang bertuliskan tuntutan tersebut di atas serta membakar ban mobil bekas.
Tidak hanya itu, massa aksi unjuk rasa juga melakukan orasi di jalan, berhasil menahan dua Mobil Dum Truck untuk dijadikan panggung orasi. Namun, kedua mobil tersebut tidak menjadi sasaran kebakaran oleh para mahasiswa tersebut hingga menyebabkan arus lalulintas macet.
Setelah massa aksi selesai melaksanakan orasi, Kapolsek Wara Selatan, Iptu Albart Lamba mengarahkan personil yang pengamanan untuk pembersihan ban bekas yang dibakar di tengah jalan.
” Aksi mahasiswa Muhammadyah Palopo berakhir pukul 11.00 Wita dalam keadaan aman dan kondusif,”ucapnya.
Hingga berita ini tayang, belum diketahui tindak lanjut dari hasil unjuk rasa mahasiswa tersebut. Seperti apa sikap dan tanggapan dari pihak rektorat terkait tuntutan aliansi mahasiswa birokrasi Unismuh Muhammadiyah Palopo. **
Laporan : Arifin Muha






