Maros.metro-pendidikan.com. Kampanye moderasi beragama yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (15/8/2024) berlangsung di Gedung Gereja Kristen Sulawesi Selatan (GKSS) Jemaat Baji Pa’mai Maros menuai apresiasi dan respon positif dari berbagai pihak.
Kegiatan kolaboratif ini, selain dihadiri Kepala Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H Muhammad Tonang, S.Ag, M.A dan perwakilan Pemkab Maros, juga hadir dari Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) Sulsel diwakili Dr Nurman Said, MA, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar diwakili Wahyuddin Halim, MA, Ph.D dan Ketua Majelis GKSS-Jemaat Baji Pa’mai Maros Pdt Luciana Lao, M.Th.
Di internal Kemenag Maros sendiri, hadir para kasi, para kepala KUA, kepala madrasah, para penggerak moderasi beragama, penyuluh agama baik ASN maupun PPPK. Sedangkan kalangan Kristen Gereja kebanyakan dari Jamaat Baji Pa’mai Maros. Jumlah keseluruhan peserta kampanye moderasi beragama 180 orang.
“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ibu Pendeta Luciana, S.Th, M.Th yang menyiapkan tempat kegiatan pelaksanaan kampanye moderasi beragama tersebut. Inilah harmoni kehidupan beragama di Maros terasa kental dengan semangat kebersamaan”, ujar Kepala Kemenag Maros Dr H Muhammad, M.Ag saat membuka secara resmi kampanye moderasi beragama.
H Muhammad juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr Nurman Said dan Dr Wahyuddin Halim, selain hadir mewakili lembaga, juga sekaligus dapat memberikan materi tentang moderasi beragama pada kegiatan kampanye moderasi beragama kali ini.
‘Baik Nurman Said maupun Wahyuddin Halim adalah pakar studi agama-agama dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar. “Keduanya adalah alumni pada almamater yang sama dan punya komitmen tinggi terhadap penguatan moderasi beragama di Sulsel selam ini termasuk kampus UIN Alauddin Makassar. Ini juga sebagai bentuk kolaborasi dan upaya pemberdayaan alumni yang dilakukan oleh pengurus IKA Ushuluddin dan Filsafat”, jelas H Muhammad yang juga Ketua Umum BPC IKA FUF UIN Alauddin Makassar.
Pada tempat sama, Pdt Luciana Lao mengaku, salut kampanye moderasi beragama yang dilakukan gedung GKSS ini. Indonesia dengan beragam agama dan budaya, kita jaga dan rawat bersama sesama anak bangsa.
Dia juga berharap, semoga kegiatan moderasi beragama dapat berjalan terus sebagai bentuk komitmen bersama untuk merawat Indonesia dari keberagaman dan perbedaan.
“Tak kenal, maka tak sayang. Apabila sudah saling kenal mengenal, berarti kita siap hidup berdampingan dan saling bekerja sama dalam layanan pendidikan dan keagamaan”, ujar Pdt Luciana kepada media ini.
Menarik dari kegiatan ini, para penyuluh agama dari Islam masuk geraja. Itu jarang terjadi di tempat lain, tapi di Maros baik penyuluh agama Islam maupun penyuluh agama Katholik dapat bekerja sama bahkan sama-sama berkantor di Kemenag Maros.
Di tempat ini pula, baik penyuluh agama Islam maupun penyuluh agama Katholik sama-sama membacakan maklumat moderasi beragama, berbunyi ‘Kami Penyuluh Agama se-Kabupaten Maros siap menjadi pelopor dan penggerak moderasi beragama untuk Indonesia damai’.
“Kami penyuluh agama se-Kabupaten Maros siap menjadi garda terdepan untuk Indonesia yang santun, damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan”.
Maklumat moderasi beragama oleh penyuluh agama ini dibacakan setelah Kepala Kantor Kemenag Sulsel memberikan arahan kepada peserta kampanye moderasi beragama. “Maros sebagai penyangga Kota Makassar, Kemenag Maros beserta jajaran terus bangun komunikasi kepada stakeholder terkait, sehingga lahir keterbukaan dalam membangun kehidupan beragama dan sikap toleransi yang lebih mencerahkan”, ujar H Muhammad Tonang.
Dia juga meluruskan bahwa bukan agamanya yang mau ditoleransi kan. Tetapi cara pandang, perilaku dan sikap memperlakukan seseorang atau sesama manusia secara adil dan moderat tanpa melihat agama, suku, etnis dan budayanya.
“Berarti yang kita bangun adalah komitmen kebangsaan dan di situ indikatornya. Kemenag Maros mulai melakukan hal itu dengan ekspansi ke luar melalui kegiatan kolaborasi dan kerja sama termasuk kegiatan kampanye moderasi beragama di gedung gereja hari ini. Tentu saja, kami mengapresiasi kegiatan tersebut”, tandas mantan Kepala Kemenag Maros ini.
Di Kantor Kemenag Sulsel, lanjut H Muhammad Tonang aktif membangun komunikasi dengan pihak agama lain bahkan sejumlah gereja, pura dan klenteng di Kota Makassar juga didatangi pihaknya.
“Ini juga bagian dari cara lain kampanye moderasi beragama untuk merawat NKRI dan kebhinekaan serta menciptakan kerukunan dan kehidupan beragama yang sejuk”, ujar H Muhammad Tonang. yang juga alumni sekaligus pengurus IKA FUF UIN Alauddin Makassar. **
Laporan : Darwis Jamal






