Maros.metro-pendidikan.com. Raudhatul Affan (RA) Nur Rahmah Bettenge, Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros resmi dilaunching menjadi RA Inklusi. Launching tersebut dilakukan oleh Kepala Kemenag Sulsel H Muhammad Tonang, S.Ag, M.Ag bersama Kepala Kemenag Maros Dr H Muhammad, M.Ag di depan Ruang Belajar RA Nur Rahmah Bettenge, Kamis (15/8/2024) lalu.
RA Nur Rahmah (Inklusi) Bettenge setara dengan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), akan menjadi binaan khusus oleh pihak Kementerian Agama Kabupaten Maros dalam upaya mendorong pengelola satuan pendidikan tersebut untuk memgoptimalkan layanan pendidikan berbasis keagamaan dalam bingkai spirit moderasi beragama.
‘Sekolah inklusi ini siap menerima peserta didik baik yang normal maupun kurang normal (gangguan fisik dan mental) masuk kategori disabilitas dan berkebutuhan khusus. Menariknya, sekolah siap ini juga menghimpun peserta didik bukan hanya beragama Islam,tapi juga non muslim termasuk nanti guru yang beragama Kristen Katholik akan mengajarkan di RA Inklusi ini”, jelas H Muhammad yang mendampingi Kepala Kemenag Sulsel saat digelar launching RA Inklusi.
Dalam sambutannya, H Muhammad mengungkapkan sesuai penjelasan yang diperoleh dari pihak yayasan, RA Nur Rahmah Bettenge mulai dibuka para 2011 lalu. Beberapa tahun terakhir ini sudah menerima peserta didik dari kalangan disabilitas dan berkebutuhan khusus.
Dari 50 jumlah peserta didik RA Nur Rahmah Bettenge terhitung 2024 ini, tercatat 1 orang disabilitas dan 2 orang berkebutuhan khusus. H Muhammad menegaskan, setelah sekolah ini resmi menjadi RA Inklusi, berarti peserta didik, pengelola dan guru yang berbeda agama siap bekerja sama di lembaga tersebut dengan tetap saling menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai kebhinekaan
Doktor pendidikan jebolan UMI Makassar 2022 lalu itu, memuji warga di sekitar Dusun Bettenge ini makin dewasa serta dapat memperlihatkan interaksi beragama secara positif. “Hadirnya RA Inklusi diharapkan menjadi babak baru bagi terciptanya toleransi dan kehidupan beragama yang lebih harmonis dalam satu wadah pendidikan di Desa Bonto Matene. Ini sejarah dan hadir pertama di Sulawesi Selatan”, ungkap mantan Kepala Kemenag Tana Toraja ini.
Dia juga menyebutkan dua Raudhatul Affan di wilayah Kabupaten Maros sedang mengarah pada pembelajaran inklusi yaitu RA Nur Rahmah Bettenge dan satu lagi RA di Desa MoncongloE, Kecamatan Tanra Lili,
Sementara itu, Kepala Kemenag Sulsel H Muhammad Tonang justru memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kementerian Agama Maros beserta jajaran. Dimana satu tahun terakhir ini gencar dan ekspansif melakukan pembinaan kerukunan beragama termasuk kampanye penguatan moderasi beragama.
“Dibawah kepemimpinan bapak H Muhammad turun ke tengah tengah masyarakat bekerja sama dengan stakeholder terkait kampanyekan agama sebagai bentuk komitmen kebangsaan yang harus kita rawat dan jaga bersama’, ujar H Muhammad Tonang yang juga mantan Kepala Kemenag Maros.
Termasuk pencanangan sekolah inklusi hari ini di Bentenge, Desa Bonto Matene, dinilai H Muhammad Tonang, sebagai wujud komitmen bersama dan tentu pemerintah amat mendukung program pendidikan yang selalu mengedepankan prinsip keadilan dan kesetaraan.
Meski begitu, H Muhammad Tonang berharap dalam melaksanakan sekolah inklusi banyak hal yang harus disiapkan, antara lain sarana, fasilitas bermain dan prasarana serta kurikulumnya. Di samping orang tua murid bersama pihak pengelola sekolah perlu duduk bersama dan buka dialog agar terbangun komunikasi yang sehat. Muaranya adalah mewujudkan pembelajaran yang bahagia dan menyenangkan. **
Laporan : Darwis Jamal






