PALOPO, metro-pendidikan.com — Proses seleksi Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo kini memasuki babak penentuan. Tiga nama final—Andi Siwaru Husain, H. Yasir, dan Steven Hamdani—telah diusulkan ke Kemendagri.
Ketiganya membawa profil yang kontras, namun publik kini menanti siapa yang dianggap paling layak secara kompetensi maupun integritas.
Berikut adalah bedah rekam jejak ketiga kandidat beserta pandangan kritis dari para pakar.
Andi Siwaru Husain: Representasi Internal dan Auditor
Sebagai Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) saat ini, Andi Siwaru memimpin skor UKK dengan nilai 7,91. Ia memiliki sertifikasi auditor profesional (PIA) dan manajemen risiko (CFRM). Keberadaannya dianggap sebagai jaminan pembenahan tata kelola dari dalam, terutama terkait efisiensi operasional.
H. Yasir: Petahana yang Berpengalaman
Mantan Direktur Utama periode 2017–2021 ini meraih skor UKK 7,90. H. Yasir mencatatkan sejarah unik sebagai satu-satunya kandidat dengan rekomendasi psikotes “Disarankan”. Di masa kepemimpinannya dulu, ia dikenal sukses melunasi utang perusahaan dan menjaga opini WTP selama tujuh tahun berturut-turut.
Steven Hamdani: Perspektif Baru dan Manajerial
Mantan anggota DPRD Palopo dua periode ini meraih skor UKK 7,87. Meskipun berlatar belakang politisi dan pengusaha, Steven menawarkan kemampuan leadership dan jaringan luas yang dianggap mampu membawa transformasi gaya baru dalam pengelolaan BUMD.
Pandangan Akademisi dan Pengamat
Dinamika seleksi ini tidak luput dari pantauan para ahli. Berikut adalah poin-poin analisis yang berkembang berdasarkan
aspek kompetensi vs kematangan psikologis.
Praktisi dari Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Sigit Nugroho, menilai bahwa secara ideal H. Yasir memiliki posisi tawaran yang sangat kuat.
“Jika kita merujuk pada objektivitas hasil tes, H. Yasir unggul secara psikologis dengan predikat ‘Disarankan’. Di tengah tekanan tinggi mengelola kebutuhan air bersih masyarakat, stabilitas manajerial dan pengalaman teknis adalah nilai tambah yang sangat krusial,” ujar Sigit.
Risiko Sentimen Politik dan Lingkaran Terdekat
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik, Dr. Suaedi, memberikan peringatan keras mengenai potensi “politik balas budi” atau dominasi lingkaran tertentu dalam penempatan jabatan strategis.
“Penempatan jabatan yang terlalu mengutamakan kedekatan politik atau kekerabatan berisiko memicu inkompetensi manajerial. Masyarakat akan menjadi pihak yang paling dirugikan jika direksi terpilih hanya menjadi perpanjangan tangan kepentingan tertentu, bukan profesionalitas murni,” tegas Suaedi.
Ia menambahkan bahwa siapa pun yang terpilih harus mampu membuktikan independensinya agar tidak memicu kecemburuan sosial atau sentimen negatif terhadap pemerintahan Hj. Naili Trisal yang belum setahun.
Ujian Transparansi Wali Kota
Bola kini berada di tangan Kementerian Dalam Negeri untuk pertimbangan teknis sebelum akhirnya diputuskan oleh Wali Kota Palopo selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM). Janji Wali Kota Hj. Naili Trisal bahwa “tidak ada titipan” kini sedang diuji di hadapan publik.
Masyarakat Palopo kini menaruh harapan besar. Tantangan menekan angka kebocoran air (non-revenue water) dan memastikan distribusi air 24 jam bukan sekadar janji kampanye, melainkan tugas berat yang harus segera diselesaikan oleh salah satu dari ketiga figur tersebut.(***)
Editor : aBa
Laporan : Arifin






