Perkuat Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal, ASN Kemenag Maros Luncurkan Album “18 Pasal Barzanji” Versi Terjemahan Bugis

Maros.metro-pendidikan.com. Upaya pelestarian tradisi Islam bernuansa kearifan lokal kembali mendapat spirit baru. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kementerian Agama Kabupaten Maros, Syamsir Nadjamuddin, merilis sebuah album digital bertajuk “18 Pasal Barzanji” dalam terjemahan Bahasa Bugis.

Karya ini diproduksi sebagai bagian dari gerakan literasi keagamaan dan budaya yang terus ia kembangkan melalui kanal YouTube Salewangang Ilmu Maro ( https://youtube.com/playlist?list=PL4E5YiCHn_R5b7e4iEYKM1ONM2dLQObjl&si=xaaemdcD6EVHMi02 )

Album tersebut menghimpun 18 pasal pembacaan Kitab Barzanji, salah satu karya sastra Islam yang selama ratusan tahun menjadi bagian penting dalam tradisi Maulid Nabi dan berbagai peringatan keagamaan. Dengan hadirnya versi terjemahan Bugis.

Syamsir yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lau berharap masyarakat lokal khususnya generasi muda—dapat memahami isi, nilai, dan pesan spiritual yang terkandung dalam teks asli berbahasa Arab.

“Tujuan utama proyek ini adalah menjembatani tradisi keagamaan dengan budaya daerah. Bahasa Bugis membuat pesan Barzanji lebih dekat dan mudah dicerna masyarakat,” ujar Syamsir, pencipta dan penginisiasi album tersebut.

Dalam menyusun terjemahan, Syamsir merujuk pada berbagai kitab otoritatif, seperti:Maulid al-Barzanji karya Syekh Ja’far al-Barzanji; Syamail Muhammadiyah karya Imam At-Tirmidzi; Kitab-kitab sirah klasik seperti Sirah Ibn Hisyam dan Sirah Ibn Katsir,
Tafsir Jalalain oleh Imam al-Mahalli dan Imam as-Suyuthi; Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani; Kitab ad-Dibai,
Serta naskah-naskah Lontara Bugis yang memuat ajaran Islam.

Pendekatan ini dilakukan agar terjemahan tetap akurat secara makna, namun tetap bernuansa budaya Bugis yang santun dan komunikatif.

Album digital tersebut kini tersedia secara terbuka melalui playlist di kanal YouTube, sehingga bisa diakses oleh santri, akademisi, pendakwah, dan masyarakat umum.

Rilis karya ini mendapatkan apresiasi luas, termasuk dari Ketua PC Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Maros, KH Ibnu Hajar. Ia menilai penerjemahan Barzanji ke dalam Bahasa Bugis sebagai langkah penting menjaga khazanah Islam Nusantara.

“Di era milenial ini, masih ada yang peduli pada karya-karya klasik keagamaan dan menghadirkannya kembali melalui seni pembacaan Maulid. Terjemahan ini membantu umat memahami isi Barzanji secara utuh,” ujarnya.

Lebih lanjut, KH Ibnu Hajar menyinggung adanya sebagian masyarakat yang selama ini salah memahami tradisi Barzanji sebagai amalan yang tidak berdasar. “Setelah mengetahui maknanya, tidak sedikit yang akhirnya menyadari kekeliruan mereka sendiri. Inilah nilai penting dari karya seperti ini,” tambahnya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar generasi muda semakin tertarik mempelajari seni qira’ah Maulid dan merawat tradisi Islam yang telah mengakar di bumi Bugis.

Dengan hadirnya album “18 Pasal Barzanji – Terjemahan Bugis”, masyarakat diharapkan dapat menikmati pengalaman spiritual yang lebih familiar dengan bahasa dan budaya mereka. Karya ini juga menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat moderasi beragama, melestarikan tradisi Islam, dan menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.**

Laporan : Rep Syamsir N

Pos terkait