Kolaborasi Halal Bihalal, Ketum BPP IKA UIN Dorong Pimpinan Universitas Buat Sanksi Moral Takut Kepada Tuhan

Gowa, metro-pendidikan.com] Alumni Universitas Negeri Islam (UIN) Alauddin Makassar apabila mau diperhitungkan, dihargai dan dapat mempengaruhi seseorang
untuk melakukan kebaikan dalam konteks lebih luas termasuk berkontribusi positif terhadap almamater. Selain, mereka menjadi teladan, juga memiliki tiga modal dasar yakni performa fisik, kekuatan pikir dan nilai yang bersumber pada jiwa/hati manusia.

Pandangan ini disampaikan Ketua Umum BPP IKA UIN Alauddin Makassar, Dr Drs, H Muhammad Idrus Marhan, BA, M.Si, Ph.D saat menyampaikan kata sambutan pada acara halal bihalal, diselenggarakan BPP IKA UIN Alauddin kerja sama dengan pihak Rektorat UIN Alauddin Makassar, bertempat di Auditorium Kampus II UIN Alauddin, Samata, GowaJum’at (19/4/2024).

Idrus Marhan yang juga mantan Sekjen DPP Partai Golkar mengaku bangga, banyak alumni UIN Alauddin Makassar yang menyandang guru besar (Professor). Mereka berkontribusi pada bidang masing-masing di berbagai perguruan tinggi dan umumnya di UIN Alauddin Makassar.

“Keterlibatan para alumni di berbagai tempat, itu tak lepas dari tiga modal utama tadi yakni performa fisik, kekuatan pikiran dan nilai. Karena itu, para guru besar, semua civitas akademika dan para alumni harus mampu menyakinkan kepada mahasiswa UIN Alauddin Makassar bahwa Akreditasi Unggul yang diterima UIN Alauddin dari BAN-PT baru saja ini sudah tepat,” ungkap Muhammad Idrus.

Karena itu, dia menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Dr H Hamdan Juhanis, MA, Ph.D bersama Wakil Rektor dan Pimpinan Fakultas lainnya dengan sukses membangun dan mengembangkan UIN Alauddin Makassar menuju persaingan global dan peradaban dunia.

Terhadap realitas itu, lanjut mantan Menteri Sosial ini, terus mendorong wadah yang dipimpinnya termasuk pimpinan universitas untuk tetap menjaga keunggulan UIN Alauddin Makassar melalui kekuatan moral agama sebagai sumber spirit dalam upaya membangun sumber daya manusia yang bermartabat, akhlakul karimah dan berintegritas.

Dalam pemikiran dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya mempengaruhi dan menyadarkan seseorang dengan sanksi sosial, tapi juga harus sanksi moral agama. “Pimpinan UIN Alauddin dalam membuat kebijakan perlu lebih mengutamakan sanksi moral agama dibandingkan sanksi sosial agar pihak yang ada dalam institusi tersebut takut kepada Tuhan,” ucap Idrus Marhan.

Idrus Marhan yang memboyong delapan orang unsur ketua BPP IKA UIN Alauddin dari Jakarta, antara lain Prof Dr Ismail Cawidu, Prof Dr Faisal Jollong dan Prof Dr Muhammad Irfan Idris menuturkan, acara halal bihalal yang dilaksanakan kali ini dapat berjalan sukses berkat soliditas dan kerja sesama jajaran pengurus khususnya bapak Sekretaris Jenderal BPP IKA UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Drs H Supardin, M.HI.

Dibalik kelancaran pelaksanaan halal bi halal tersebut,juga berkat adanya kolaborasi dengan pihak rektorat UIN Alauddin Makassar yang dapat memfasilitasi kegiatan tersebut. “Kami baru lihat kegiatan alumni UIN Alauddin Makassar yang terbilang spektakuler, hadir berbagai jajaran pengurus IKA baik tingkat BPP maupun BPC serta segenap pimpinan fakultas, para alumni dan mahasiswa, luas biasa acara ini. Ini juga bagian dari bentuk kolaborasi”, ungkap Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Dr Hamdan Juhannis sembari memuji saat menyampaikan kata sambutannya dengan nada diplomatis.

Merespon sambutan Ketua Umum BPP IKA UIN Alauddin Makassar terkait capaian hasil yang maksimal dengan status Akreditasi Unggul, itu berkat kerja tim yang solid dan andil yang diletakkan oleh rektor sebelumnya.

“Tiga modal dasar dari pandangan pak Ketum yang dimiliki para alumni termasuk para civitas akademika, saya nilai sebagai kekuatan sosial yang selama ini menginspirasi dan sekaligus menjadi spirit kami
dalam membangun UIN Alauddin Makassar”, ungkap Prof Hamdan Juhannis.

Prof Dr H Abdul Rahim Arsyad, Lc, MA yang membawakan ceramah halal bihalal menegaskan, kita semua ini masuk

Pos terkait