Gowa-metro-pendidikan.com. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Muhammadiyah Lempangang, Panciro, dibawah kepemimpinan Sahri Mulia, S.Pd.I siap menjaga amanah (kepercayaan) yang diberikan dari pihak yayasan atau pimpinan Cabang Muhammadiyah Lempangang yang membawahi satuan pendidikan Islam tersebut.
Tidak hanya itu, lanjut Sekretaris Aisiyah Muhammadiyah Cabang Lempangang, dirinya juga siap menjaga marwah organisasi Muhammadiyah khususnya Aisiyah yang merupakan organisasi wanita yang lahir dari rahim Ormas Muhammadiyah.
“Saya ini kader Aisiyah Muhammadiyah yang menerima mandat atau amanah untuk memimpin MTs Lempangang dengan penuh tanggung jawab. Itu tugas utama saya agar sekolah ini ke depan dapat berkembang dan bersaing dengan sekolah Muhammadiyah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan khususnya dalam wilayah Kabupaten Gowa”, ujar Sahri Mulia sembari mengemukakan komitmennya.
Meski pun begitu, sebut Sahri Mulia, MTs Lempangang, Panciro mulai dikenal dan diperhitungkan dalam berbagai kegiatan sekolah khususnya bidang ekstrakurikuler yang dilaksanakan baik tingkat Wilayah Muhammadiyah Sulsel maupun diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pada kegiatan GIPALHA (Giat Pengenal dan Penghela) yang diikuti siswa utusan dari semua MTs dan SMP Muhammadiyah seluruh Sulsel, digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar baru saja ini. Sahri Mulia mengungkapkan, anak didiknya keluar sebagai juara umum satu (putra) dan umum dua (putri).
Kegiatan ekstrakurikuler lainnya, seperti tapak suci (karate), hizbul wathan (pramuka), palang merah remaja. Sahri Mulia mengakui, siswa MTs Lempangang tak luput dari kegiatan tersebut dilakukan oleh Muhammadiyah baik tingkat wilayah maupun daerah.
“MTs Lempangang Panciro dikenal karena kegiatan sekolah yang non akademiknya. Citra baik sekolah ini, kami akan jaga terus dan mendorong para guru khususnya guru pembina kegiatan untuk memberi ruang dan support kepada murid supaya dapat mengembangkan bakatnya tanpa mengabaikan kegiatan akademik untuk bisa berprestasi”, ujar Sahri Mulia kepada wartawan Metro Pendidikan Nasional di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
Dia juga menyebutkan kalau murid MTs Lempangang aktif dan rutin mengikuti kegiatan tapak suci dan hizbul wathan selama dua kali dalam sepekan. Itu pun waktu kegiatan tersebut, dilaksanakan pada sore hari atau setelah berakhir jam belajar mengajar
Selain itu, lanjut Sahri Mulia, pihaknya juga aktif menggelar tadarus Qur’an (tahfidz) dan Pencerahan Qalbu Jum’at Ibadah sekali dalam setiap sepekan pada hari Jum’at. Kegiatan ini diikuti semua murid dan guru MTs Lempangang dan acara berlangsung baik dalam ruang kelas maupun halaman sekolah.
Kini MTs Lempangang memiliki siswa 253 orang dan 9 rombongan belajar serta 22 guru dan 7 diantaranya berstatus PNS (ASN,/PPPK), selebihnya guru yayasan dan honorer.
Sahri Mulia yang dilantik sebagai Kepala MTs Lempangang periode 2024-2028 mengaku, MTs Lempangang masih membutuhkan 2 ruang kelas baru, ruang perpustakaan dan ruang lab yang representatif. Termasuk juga ruang Usaha Kesehatan Siswa (UKS) bagi siswa yang melakukan kegiatan non akademik atau ekstrakurikuler.**
Laporan : Darwis Jamal






