Kepala Kemenag Maros Lantik Abdul Kadir, Harap Penyuluh Agama Masif Kampanyekan Moderasi Beragama

Maros.metro-pendidikan.com. Peran penyuluh agama di tengah-tengah masyarakat tidak saja dituntut memberikan pendampingan dan pembinaan dalam upaya menaikkan level pemahaman masyarakat terkait ajaran agama. Tapi mereka juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengkampanyekan moderasi beragama yang telah digaungkan pemerintah melalui Kementerian Agama.

“Penyuluh agama harus bisa masif mengkampanyekan moderasi beragama. Sebagai penyuluh, sekaligus dapat mengkampanyekan anti radikalisme, anti kekerasan dan anti toleransi”, begitu perspektif yang diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maros Dr H. Muhammad, M.Ag saat melantik penyuluh agama, Abdul Kadir Gaffar, berlangsung di Aula Kemenag Maros, Kamis (18/7/2024) siang.

Edy Wijaya dari Analis Kepegawaian, Kantor Kemenag Maros yang membacakan SK pengangkatan kembali dalam jabatan fungsional penyuluh agama atas nama Abdul Kadir Gaffar, tertera dalan SK berlaku sejak 1 April 2024.

Sukses Abdul Kadir Gaffar diambil sumpah jabatan dan janji sebagai penyuluh agama akan bertugas di salah satu KUA di Maros oleh Kepala Kemenag H Muhammad, berlangsung dalam suasana haru dan hikmad.

“Ini perjalanan takdir dan karier Pak Kadir. 20 bulan menanti. Bahwa, ini hanya dinotifikasi kembali saja. Terhitung, sejak1 April 2024 sebagai penyuluh agama. Semoga akan melakukan kerja-kerja nyata di lapangan”, jelas doktor Manajemen Pendidikan Islam jebolan UMI Makassar ini.

Sebelumnya Abdul Kadir Gaffar merupakan penyuluh agama Kemenag Maros yang terpilih menjadi Kepala Desa Tanete, Kecamatan Simbang. Setelah pengabdian sebagai kepala desa usai, Abdul Kadir Gaffar kembali menjadi ASN Kemenag Maros.

“Ke depan, jabatan fungsional akan diurai dan semakin spesifik. Dengan berbagai tugas dan layanan, objek penyuluhan. Diurai lagi, akan ada penyuluh; produk halal, zakat, wakaf dan ada penyuluh moderasi beragama atau nanti akan berubah isunya menjadi kemaslahatan umat”, tandas H Muhammad.

Dikatakan, tugas penyuluh agama, antara lain menaikkan level pemahaman masyarakat terkait pengamalan ajaran agama. “Saya kira Pak Kadir ini, kapasitasnya dalam kegiatan ke penyuluhan agama tidak diragukan lagi”, ucap H Muhammad, yang satu-satunya kepala Kemenag di Sulsel dinilai banyak pihak kampus termasuk kalangan media maenstrim berhasil mendorong para penyuluh agama dalam mengkampanyekan moderasi beragama.

Hal itu, H Muhammad lakukan mulai saat menjadi Kepala Kemenag Tana Toraja selam 3 tahun 4 bulan, kemudian dimutasi di Kemenag Takalar dengan jabatan yang sama. Hanya berselang kurang lebih 2 tahu di Takalar, ia lagi dimutasi di Kota Turikale sebagai Kepala Kemenag Maros hingga sekarang.

Seperti halnya di Tana Toraja dan Takalar, di Maros sebut H Muhammad, dirinya disambut cukup positif berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan.Terutama Pemerintah Kabupaten Maros dengan visi sebagai kabupaten religius dapat berkolaborasi dengan Kemenag Maros dalam melakukan pembinaan dan pelayanan keagamaan tanpa diskriminatif.

Pada acara pelantikan penyuluh agama kali ini dihadiri Kasubbag TU, kepala seksi, para kepala KUA dan kepala madrasah, lalu diakhiri dengan pemberian selamat kepada yang bersangkutan. ** hms**

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait