Kepala Kejari Palopo Masuk Kampus Tabur Benih Antikorupsi di Mega Buana Tower

Palopo.metro-pendidikan.com. Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) pada 10 Desember 2025 menjadi momentum penting bagi civitas akademika Universitas Mega Buana (UMB) Palopo. Apalagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palopo, Sinyo Redy Benny Ratag, S.H., M.H., di Mega Buana Tower membawa semangat perlawanan terhadap korupsi langsung ke hadapan mahasiswa Fakultas Hukum.

Kuliah umum yang digelar pada Rabu, 10 Desember 2025 ini mengangkat tema krusial: “Berantas Korupsi Untuk Kemakmuran Rakyat”. Kajari Sinyo Redy secara khusus mengajak seluruh mahasiswa dan dosen untuk mengambil peran aktif sebagai Duta Anti Korupsi yang menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas bangsa.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi UMB Palopo, termasuk Wakil Rektor I Indra Amanah AN, S.KM., M.Ph., Wakil Rektor III Suwandi N, S.KM., M.Ph., serta Dekan Fakultas Hukum Nursyamsi Ichsan, S.H., M.H., dan Ketua LKBH UMB Palopo.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Wakil Rektor I mewakili Rektor UMB Palopo, Prof. Dr. Nilawati Uly, S.Si., Apt., M.Kes., CIPA, ditekankan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari pendidikan karakter di lingkungan terdekat. UMB Palopo sendiri telah menerapkan kebijakan tegas di lingkungan kampus untuk menciptakan zona bebas korupsi.

“Sejak UMB Palopo berdiri, praktik-praktik pungutan liar seperti ini dipastikan tidak ada. Tentu hal ini akan terus dijaga sehingga menjadi bagian dari pendidikan karakter terhadap lulusan-lulusan UMB Palopo,” ujar Wakil Rektor I, menjelaskan komitmen kampus dalam meniadakan praktik pungutan liar hingga sanksi terhadap pemberian hadiah sebagai ‘ucapan terima kasih’ dari mahasiswa.

Inisiatif dari Kejari Palopo untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan dalam momentum HAKORDIA ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara penegak hukum dan akademisi.

Tujuannya, menurut dia untuk membangun kesadaran kritis dan moralitas antikorupsi sejak dini, memastikan lulusan UMB Palopo tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berintegritas tinggi dalam menghadapi tantangan korupsi di masa depan. **rep/ril***

Laporan : Arifin Muha

Pos terkait