APRI Kabupaten Gowa Gelar Bahtsul Masail Penghulu, Bahas Problematika Wali Nikah

Gowa.metro-pendidikan.com. Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Bahtsul Masail Penghulu dengan tema “Problematika Wali Ni
kah”, Selasa (12/8/2025), bertempat di aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh penghulu se-Kabupaten Gowa, Kepala Seksi Bimas Islam H Tajuddin, MH serta Kepala Kantor K
ementerian Agama Kabupaten Gowa H Jamaris, S.Sg, MH yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Ketua APRI Cabang Kabupaten Gowa, Drs H Muh. Akbar, dalam laporannya menyampaikan,
kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman penghulu terhadap permasalahan wali nikah, sehingga dapat menjadi pedoman bersama dalam praktik di lapangan.

“Dengan adanya kesepahaman dan acuan bersama, diharapkan perbedaan keputusan di lapangan dapat diminimalisir, sehingga pelayanan akad nikah dapat lebih profesional dan seragam,” ujar H Muh Akbar yang juga Kepala KUA Bajeng.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif APRI Gowa yang mengangkat tema kegiatan terbilang strategis ini. Permasalahan wali nikah, katanya, merupakan isu yang sering muncul di lapangan dan memerlukan pemahaman yang utuh, baik dari sisi fiqh maupun regulasi hukum positif di Indonesia.

“Melalui forum Bahtsul Masail ini, saya berharap para penghulu dapat menguatkan kompetensi, menjaga keseragaman keputusan, serta tetap mengedepankan asas kemaslahatan dalam melaksanakan tugas,” tegas mantan Kepala Kemenag Sinjai ini.

H. Syahrir Baso, S.Ag., MH, selaku narasumber, memaparkan materi dengan menggali pandangan fiqh dari berbagai mazhab serta mengkaji ketentuan hukum positif yang berlaku di Indonesia.
Pemaparan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi penghulu dalam menangani persoalan wali nikah secara tepat, adil, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Melalui kegiatan ini, APRI Kabupaten Gowa berharap terciptanya sinergi pemahaman di antara para penghulu, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan selaras dengan misi Kementerian Agama dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah warahmah. **asn/wy**

Laporan : Darwis Jamal Takdir

Pos terkait