Luwu Utara, metro-pendidikan.com. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu Utara mencatat lonjakan signifikan diawal masa pemerintahan pasangan Andi Abdullah Rahim dan Jumail Mappile sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2024-2029.
Badan pusat statistik (BPS) Luwu Utara mencatat di triwulan satu tahun 2025 mencapai 6,72 persen meningkat tajam pada periode pertama yang tahun sebelumnya tercatat 2,9 persen. Persentase kemiskinan tercatat 10,7 pereseb menunjukkan penurunan 0, 5 persen dibanding tahun 2024.
Hal itu ditopang sektor-sektor produktif lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan, Pemkab Luwu Utara menyalurkan bantuan benih sebanyak 110.375 KG yang menjangkau luas lahan 4.415 hektar di 12 kecamatan.
Selain Padi, penguatan jagung juga dilakukan melalui bantuan benih sebanyak 3.000 kg, untuk luas lahan 200 hektar.
Pengembangan Holtikultura diperkuat melalui bantuan benih cabai yang mencakup 5 hektar lahan yang tersebar di 5 balai penyuluhan pertanian. Bantuan bibit Kakao sambung pucuk dengan bantuan seluas 100 hektar.
Sementara untuk meningkatkan efesiensi dan produktivitas petani, pemerintah menyalurkan alat dan mesin pertanian pasca panen berupa 7 unit combine harvester besar, 2 unit traktor roda empat, 3 unit traktor roda dua, 22 unit hand sprayer, dan dua unit crewler yang tersebar dibeberapa kecamatan sentral pertanian.
Komitmen besar pemerintah Daerah juga diwujudkan melalui program cetak sawah rakyat, pada tahap pertama telah dikontrak cetak sawah seluas 1427.91 hektar.
Di sektor Perkebunan pemerintah memprogramkan peremajaan sawit rakyat dengan luas 209 hektar, peningkatan kualitas jalan tani kelapa sawit 208 KM, di desa Sassa dan Tandung.
Untuk melanjutkan produksi, pemerintah juga melakukan rehabilitasi 8 unit jaringan irigasi yang tersebar di Kecamatan Sukamaju dan Sukamaju Selatan.
Di sektor infrastruktur kini terbangun jalan sepanjang 4,69 KM yang tersebar di 7 ruas jalan, dan 11.44 KM pemeliharaan jalan berkala yang tersebar di 11 lokasi rehabilitasi jalan.
Pemerintah Daerah kabupaten Luwu Utara juga bergerak cepat menjaga beli daya rakyat melalui gerakan pasar murah yang dilaksanakan berulang kali di berbagai wilayah.
Langkah strategis juga ditempuh Pemda dengan mengusulkan Seko sebagai Sentra susu sapi perah Nasional, membuka peluang baru bagi penguatan ekonomi kawasan pegunungan.
Sementara dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang disiplin, tangguh dan berdaya saing, Pemda Luwu Utara bekerja sama dengan Kodim 1403 Palopo menghadirkan pelatihan gratis bagi calon prajurit TNI dan Polri.
Tidak sampai di situ Pemerintah juga menggelar pelatihan berbasis kompetensi dan proyek yang diikuti 80 peserta sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja.
Komitmen kualitas hidup masyarakat juga diwujudkan melalui karya Posyandu era baru, desa cinta statistik, strategi komunikasi penurunan stunting, pematangan program 3 juta rumah, perlindungan pekerja penerima kredit usaha rakyat, percepatan sertifikasi ratusan bidang tanah melalui GTRA, serta pengukuhan koperasi merah putih.
Sejalan dengan upaya itu, ruang publik dan Identitas daerah kembali dihidupkan melalui pelaksanaan Card Free Day, senam kreasi bunga Masamba.
Suksesnya Tilawatil Qur’an dan hadits tingkat provinsi di Luwu Utara, serta kebersihan PKK Luwu Utara menggelar Jambore tahun 2025.
Adapun untuk konektivitas dan daya saing daerah diperkuat dengan penerbangan bersubsidi rute Makassar-Masamba, perjalanan ekspor kopi kepasar internasional, peresmian dapur MBG, pelatihan batik ciptak bagi penyandang disabilitas, serta penguatan nilai budaya melalui kehadiran Anadara Kallolo sebagai simbol kearifan lokal yang terus dijaga.
Sejalan dengan itu penguatan aparatur dan kelembagaan diwujudkan melalui pelantikan 288 PPPK formasi 2024, dan pelantikan 3.164 PPPK paruh waktu tahun 2025, sebagai wujud komitmen Bupati Luwu Utara terhadap pengabdian tenaga Honorer.
Puncak penghormatan atas dedikasi dan pengabdian ditandai dengan penganugrahan Satia lencana karya Satia kepada 196 ASN.***
Laporan : Yosias/Arifin






