Makassar. metro-pendidikan.com. Industri Barbershop (usaha cukur) tumbuh dan berkembang pesat dengan beragam menu, model (gaya) dan karakteristik sesuai selera zaman. Konsekuensinya, setiap barbershop menetapkan biaya cukur sendiri sesuai selera layanan, namun dampaknya kadang menimbulkan persaingan yang kurang sehat diantara sesama pelaku usaha barbershop.
Merespon hal tersebut, Pengurus Asosiasi Barbershop Kota Makassar berharap agar ada standarisasi biaya cukur, yang. benar-benar sehat dan proporsional. Harapan ini, makin menguak pada kegiatan silaturahmi dan rapat pembentukan Pengurus Asosiasi Barbershop Kota Makassar digelar di Mama Toko Kue dan Es cream di Makassar, Selasa (29/10/2024).
Kegiatan yang dihadiri oleh para owner dan kapster sebanyak 34 orang dari berbagai wilayah baik dari Kota Makassar, Gowa, Maros, Pangkep dan daerah lainnya di Sulawesi Selatan
Melalui tema, “Mempererat Silaturahmi Dem Terciptanya Kesejahteraan Dan Kesetaraan Seluruh Pelaku Barbershop se-Kota Makassar Dan Sekitarnya”. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan musyawarah pembentukan Pengurus Asosiasi Barbershop Kota Makassar.
Selain para pelaku usaha (owner) dan kapster pada kegiatan ini juga dihadiri oleh Kak Fadhil Taqwa, seorang Hair Artis Indonesia berpengalaman yang pernah tinggal di Jakarta selama 4 tahun untuk pengembangan karir di dunia cukur rambut. Juga hadir para senior diantaranya kak Arkhan, kak Cakra Jatmiko dan kak Haidir.
Dalam sesi diskusi, Fadhil Taqwa mengatakan, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam dunia barbershop adalah bagaimana seorang kapster memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan mulai dari pelanggan masuk, mengobrol dengan pelanggan, menjaga kebersihan tempat dan tentunya menjaga penampilan kapster.
Fadhil berharap, adanya Asosiasi Barbershop ini ke depan ada standarisasi harga atau tarif minimal di setiap Barbershop yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya. Sehingga pelaku usaha bisa berpenghasilan cukup, bersaing secara kompetitif, dan warga Kota Makassar bisa merasakan kualitas potong rambut yang baik, sehat dan juga bisa mengedukasi customer bagaimana hair styling yang baik setelah pulang dari rumah.
“Ke depan kita akan mengagendakan kegiatan workshop dan pelatihan yang bertujuan untuk memajukan industri barbershop termasuk standar tempat’, tambah Takdir Ilahi, Divisi Humas dan Publikasi Asosiasi Barbershop Kota Palopo.
Diakhir kegiatan ini adalah agenda pemilihan pengurus Asosiasi yang dilaksanakan secara voting dan peserta rapat mempercayakan kepada Agung Saputra Bahar, S.Pd.,M.Pd., sebagai Ketua Umum terpilih dengan total perolehan suara 16.
Ketua terpilih Agung saputra Bahar sangat berharap kepada seluruh owner dan kapster yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya supaya bisa terlibat dan bekerja bersama dalam wadah Asosiasi ini untuk mewujudkan standardisasi harga demi kelayakan dan kesejahteraan antara owner dan kapster, sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata.
“Target kami selanjutnya setelah pemilihan pengurus ini adalah menyusun standar harga dan tentunya melakukan rapat kerja bersama pengurus yang sudah terbentuk'”, ungkap Ketua Umum Asosiasi Barbershop Makassar, Agung Saputra Bahar kepada wartawan saat meliput kegiatan tersebut.**ril**
Laporan : Darwis Jamal






