Jakarta-metro-pendidikan.com. Pengembangan invetasi di daerah bagian dari upaya menggeliatkan pertumbuhan ekonomi serta membuka kesempatan kerja. Geliat ini menjadi harapan para angkatan kerja usia produktif yang ada di daerah. Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan memiliki potensi sumber daya alam khusus pertanian dan perikanan kelautan, masih perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Demikian perspektif dialog yang berkembang saat Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri memenuhi undangan dari JTA International Investment Holding Qatar di Tower Gandarita City Jakarta, Senin (13/5/2024) lalu.
Rombongan Pj Bupati Jeneponto bersama pihak Pemerintah Provinsi yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan memenuhi undangan untuk menjajaki kerjasama investasi dengan pengusaha Qatar Ali Hadji, rencana di wilayah Kabupaten Jeneponto.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PTSP Kabupaten Jeneponto serta akademisi Unhas Dr. Ibnu.
Dalam penjelasan singkat pada pertemuan Junaedi menjelaskan berbagai potensi sumber daya alam yang dimiliki. Potensi sumber daya alam Jeneponto sangat paripurna mulai dari perikanan kelautan hingga potensi pertanian tanaman pangan dan hortikultura, namun kesemuanya belum dikelola secara optimal
“Makanya kami sangat terbuka jika ada investasi yang masuk ke Jeneponto”, ujar Junaedi seraya menyambut positif pertemuan dengan JTA International Investment Holding Qatar ini.
Sementara itu, Ali Hadji selaku Chief Financial Officer JTA International Holding Qatar mengapresiasi atas kedatangan Bupati Jeneponto dan rombongan termasuk dari pihak Pemprov Sulsel.
Dalam pertemuan tersebut diberikan kesempatan kepada Dr Ibnu untuk menyampaikan gambaran potensi perikanan, budidaya garam hingga posisi Jeneponto yang strategis untuk pengembangan pelabuhan penyangga Pelabuhan Utama di Makassar.
Pada akhir pertemuan tersebut, pihak JTA International Holding berjanji rencana akan berkunjung ke Jeneponto pada Juli 2024 mendatang.**
Laporan : Awal Andrian






