Makassar, metro-pendidikan.com– Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kementerian Kesehatan Poli Teknik Kesehatan (Poltekkes) Makassar menggelar sosialisasi dan pendidikan kesehatan tuberculosis, Minggu (21/7/2024) di Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Kegiatan dengan tema, “Sosialisasi Dan Pendidikan Kesehatan Dalam Optimalisasi Temuan Kasus Tuberculosis (TBC) di Kelurahan Mamajang Dalam Kota Makassar. Pada kegiatan ini menampilkan nara sumber dari tenaga pengajar (dosen) Poltekkes Makassar, antara lain Dr H Abd Hady J, S.ST, S.Kep, M.Kes, Simunati, S
.ST, S.Kep, Nn,, M.Kes dan Hariani, S.Kep, M.Kes.
Adapun peserta sosialisasi dan pendidikan tuberculosis kali ini diikuti para kader kesehatan (Posyandu) dan anggota TP PKK, Lurah dan staf Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassa. Jumlah peserta lebih mencapai 20 orang.
H Abd Hady menjelaskan, kegiaten ini bagian dari bentuk pengabdian khususnya para tenaga edukasi kepada masyarakat melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM,) Kemenkes Poltekkes Makassar.
Sosialisasi dan pendidikan kesehatan TB kali ini, katanya, pihaknya memilih salah satu lokasi kelurahan dalam Kota Makassar sebagaimana disebutkan dalam tema kegiatan tersebut.
Dokter yang dikenal humanis dan humoris itu, kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sebagai responsif dan keprihatinan terhadap permasalahan yang paling fundamental dan mendasar yang dihadapi baik oleh WHO terlebih Pemerintah Indonesia saat ini dan ke depan adalah permasalahan cakupan temuan kasus TB (incidence rate) yang masih rendah dan terbatas. Baik angka CNR (Case notification rate) maupun CDR (Case detection rate) umumnya masih lebih rendah dari pada angka estimasi kasus yang belum ditemukan dan dilaporkan, ataupun sudah ditemukan namun belum dilaporkan.
Problematika ketimpangan (gap) ini, dinilai Abd Hady dan juga kedua nara sumber tersebut, sangat urgen dan strategis mendapat solusi pengkajian lebih seksama dan komprehensif sebab penderita TB yang tidak/ belum dideteksi/ ditemukan/ dilaporkan dapat menjadi sumber penyebaran penularan TB potensial.
Dia juga memaparkan, analisa situasi daerah mitra menunjukkan bahwa pada Tahun 2021, jumlah estimasi kasus TB tercatat 112 kasus, namun yang ditemukan hanya sekitar 53 (47,32%) kasus sehingga masih terdapat 59 (52,68%) kasus yang tidak jelas keberadaannya. Tahun 2022, jumlah estimasi 177 kasus, namun yang ditemukan hanya sekitar 82 (46,33%) kasus sehingga masih terdapat 95 (53,67%) kasus belum ditemukan. Tahun 2023 (Januari s/d Mei), jumlah estimasi 213 kasus, dan temuan sekitar 85 (39,91%) kasus sehingga masih terdapat 128 (60,09%) kasus belum ditemukan.
Tujuan umum kegiatan PPDM ini adalah pemberdayaan peran Kader Kesehatan (Posyandu) dalam progres sosialisasi dan pendidikan kesehatan dalam optimalisasi temuan kasus tuberculosis di daerah mitra.
Sedangkan tujuan khususnya adalah (1) Mengembangkan suatu strategi, sistem dan metode sosialisasi dan pendidikan kesehatan dalam optimalisasi temuan kasus TB berbasis kader kesehatan masyarakat; (2) Mengembangkan suatu sistem klusterisasi kader kesehatan masyarakat untuk efektivitas sosialisasi dan pendidikan kesehatan dalam optimalisasi temuan kasus TB; (3) Mengembangkan suatu sistem jaringan informasi dan teknologi telekomunikasi dengan memanfaatkan media online (computer, smartphone, internet) untuk sosialisasi dan pendidikan kesehatan dalam optimalisasi temuan kasus TB.
Permasalahan umum yang dihadapi pada daerah mitra antara lain: (1) Masih terjadi ketimpangan (Gap) antara estimasi jumlah kasus dengan jumlah temuan kasus TB; (2) Sebagian penderita Tb masih bersikap tertutup dan sengaja merahasiakan penyakitnya dengan alasan sebab musabab tertentu; (3) Sebagian penderita Tb menolak untuk memeriksakan kesehatan dan berobat di UPPK (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit); (4) Pengetahuan, akses informasi, motivasi dan kesadaran pada kalangan penderita Tb untuk berobat masih relatif kurang; (5) Dukungan sosiomedis, informasi dan pengetahuan Sebagian penderita TB masih relatif kurang.
Permasalahan khusus yang dihadapi pada daerah mitra antara lain;: (1) Sejumlah kader kesehatan ( Posyandu) yang ada di Kelurahan Mamajang Dalam belum memiliki keberdayaan dan kemandirian serta peran yang memadai/optimal dalam penanggulangan TB di wilayah kerja pelayanannya; (2) Kader kesehatan (Posyandu) yang ada belum didukung kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang memadai dalam sosialisasi dan pendidikan kesehatan dalam penjaringan dan pengobatan kasus TB di wilayahnya.
Solusi umum yang ditawarkan oleh PPDM ini adalah memberdayakan Kader Kesehatan (Posyandu). Solusi khusus adalah memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan mengenai strategi dan metode penemuan kasus TB.
Target capaian adalah (1) Meningkatnya kerjasama dan kemitraan strategis serta komitmen MoU; (2) Terbentuknya kelompok mitra kader kesehatan sebagai pioneer dalam penyelenggaraan sosialisasi dan pendidikan kesehatan bagi optimalisasi penemuan kasus TB; (3) Meningkat dan terklusterisasinya potensi penemuan kasus TB; (4) Terbentuknya jaringan komunikasi informasi berbasis aplikasi media online dalam strategi dan metode sosialisasi dan pendidikan kesehatan; (5) Terpenuhinya janji luaran wajib dan luaran tambahan. ***
Laporan : Darwis Jamal






