Gowa.metro-pendidikanm.com. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan dari Dapil 3 Gowa dan Takalar, Mallarangan Tutu melaksanakan reses masa sidang II Tahun 2024/2025, di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Rabu (25/2/2025) lalu.
Mallarangan Tutu reses ke Panciro dengan mengambil lokasi di salah satu rumah konstituennya di Dusun Bontoramba Selatan tampak didampingi Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPRD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Gowa Trie Alfiar Hasyim bersama Tim Mallarangan Tutu Anggota DPRD Provinsi Sulsel.
Pada kegiatan reses tersebut, hadir sejumlah undangan, antara lain Pj Kades Panciro Asram Suhendra, ST, M, AP, Bhabinkamtibmas Panciro Aiptu Syamsuddin, Babinsa Panciro Serda Hasan, Sekretaris Desa Panciro Abd Rahman Rani, Imam Desa Panciro Darwis Jamal, Kadus Bontoramba Selatan Wawan Kurniawan, S.Kes serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat Desa Panciro.
Di hadapan sekitar 200 warga Desa Panciro dan sekitarnya, Asram Suhendra dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota DPRD Sulsel telah hadir sekaligus tatap muka bersama masyarakat Panciro dalam rangka kegiatan reses di Desa Panciro, tepatnya di Dusun Bontoramba Selatan.
“Dipilihnya wilayah Desa Panciro sebagai lokasi reses oleh wakil rakyat adalah sebuah kebanggaan buat kami selaku pemerintah desa dan saya yakin ada hubungan emosional antara bapak Mallarangan Tutu dengan rumah warga yang dijadikan tempat reses tersebut”, pungkas Asram Suhendra yang juga Sekretaris Kelurahan Mata Allo, Bajeng.
Meski baru beberapa hari menjabat Kades Panciro, Asram Suhendra berharap kepada warga yang hadir dalam kegiatan reses anggota dewan kali ini adalah momen paling tepat untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada wakilnya yang duduk di lembaga legislatif.
Tidak hanya itu, sambung Asram Suhendra, kehadiran anggota dewan dalam rangka kegiatan reses di Panciro, itu juga sebagai bentuk tanggung jawab, komitmen dan kepercayaan oleh wakil rakyat terhadap masyarakat Desa Panciro termasuk pemerintah setempat.
“Kami atas nama masyarakat dan pemerintah Desa Panciro patut menyampaikan apresiasi dan merasa bangga atas kehadiran wakil rakyat di desa kita ini”, tandas Asram Suhendra.
Sementara itu, Mallarangan Tutu dalam kata sambutannya menjelaskan, kegiatan reses yang dilaksanakan pada masa sidang II 2024/2025 ini mulai berlangsung 26 Februari sampai 5 Maret 2025, bertujuan menggelar tatap muka dan dialog dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk menghimpun, menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Di Desa Panciro, sebut Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel ini, selain memenuhi janji kepada warga setempat karena berhasil mendapatkan 40 suara pada Pemilu 2024 lalu, juga kegiatan reses adalah bentuk tanggung jawab dan kewajiban kepada masyarakat yang telah diatur dalam Undang-undang.
“Reses anggota dewan ini bukan datang sekedar jalan-jalan, tapi ada tujuan dan dasar yang mengaturnya. Karena itu, saya berharap kepada warga Desa Panciro khususnya Dusun Bontoramba Selatan yang hadir dalam acara tatap muka ini. Silahkan bapak dan ibu sampaikan keinginan, harapan dan kebutuhan di daerahnya. Saya akan teruskan aspirasinya ke pihak eksekutif untuk ditindaklanjuti”, ujar Ketua Majelis Pertimbangan DPTW PKS Sulsel ini.
Tidak hanya itu, dia juga akan mengawal aspirasi masyarakat yang ada di dapilnya, baik langsung maupun melalui lintas komisi DPRD Sulsel Termasuk mendorong teman-teman anggota dewan di kabupaten melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.
Setelah diberi kesempatan sejumlah warga bertanya oleh pemandu acara, justru menguak beragam saran dan permintaan, antara lain perbaikan jalan Kampung Beru yang menghubungkan Dusun Bontoramba Selatan (Panciro) dengan Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong.
Bantuan hand traktor bagi kelompok tani dan akses jalan kompas menuju pekuburan umum masyarakat Desa Panciro di Boka (wilayah Desa Tinggimae. “Selam ini jenazah yang hendak dibawah ke pemakaman di harus keluar ke jalan poros Panciro”, ucap salah seorang warga dari kaum perempuan.
Sebelumnya, Darwis Dg Nsba, tokoh agama dan masyarakat Desa Panciro mengusulkan pada anggota DPRD Sulsel itu, pentingnya memperjuangkan serta meningkatkan kesejahtraan para imam desa,/kelurahan imam dusun/lingkungan dan guru-mengaji di Taman Pendidikan Alquran.
“Meski sudah ada perhatian pemerintah daerah terkait pemberian insentif para imam dan guru TK TPA khususnya di Kabupaten Gowa bersumber dari dana desa. Namun, harapan mereka perlu ditingkatkan, sementara daerah lain seperti Kota Makassar, Takalar dan Maros cukup lumayan nilainyar”, ungkap mantan Ketua Devisi Humas dan Agama LSM Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Komisi Daerah Sulawesi Selatan.
Terhadap semua usul dan saran tersebut, Mallarangan Tutu merespon hal itu, bahkan putra kelahiran Takalar tersebur berjanji akan meneruskan dan menindaklanjuti baik di tingkat komisi maupun instansi terkait. **
Laporan : Darwis Jamal Takdir






