Makassar.metro-pendidikan.com. Anggota Devisi Penerbitan Dan Publikasi, Badan Pengurus Cabang (BPC) Ikatan Alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar mengadakan pertemuan di rumah pribadi Ketua Umum IKA FUF Dr H Muhammad, M.Ag, Ahad (4/8/2024) di Makassar.
Pertemuan yang berlangsung sederhana itu murni diinisiasi oleh sahabat alumni dari Devisi Penerbitan dan Publikasi sendiri. Hajatan itu bertujuan, selain memperkuat silaturahim, juga menjadi ajang pemanasan untuk menindaklanjuti sejumlah program yang pernah disepakati pada Rapat Kerja BPC IKA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar di Lokasi Wisata Rammang-Rammang, Maros beberapa bulan lalu.
Kegiatan internal yang dihadiri sejumlah anggota Devisi Penerbitan dan Publikasi tetap komitmen pada program pertama devisi, yakni menerbitkan majalah alumni dan pengadaan website.
“Sebetulnya kegiatan publish sudah jalan baik media online maupun cetak, bahkan beberapa kegiatan yang dilakukan fakultas, hadir pengurus alumni memberi kata sambutan dan dilanjutkan penyerahan daftar nama alumni dari Dekan ke Ketua Umum IKA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat”, ujar H Muhammad.
Meski pun begitu, H Muhammad berharap segera dilakukan berbagai kesiapan dalam pengelolaan majalah alumni terutama SDM yang akan bertugas di jajaran keredaksian dan kegiatan peliputan berita.
“Termasuk pembuatan website dianggap mendesak dalam upaya penyiapan akses dan ruang publik terkait pendataan alumni. Kita tidak mau dinilai bahwa pengurus tidak ada progres kerja, pokoknya kita tunjukkan bahwa tahun 2024 ini harus ada kegiatan yang sudah jalan dan nyata”, tandas H Muhammad.
Selain itu, lanjut H Muhammad, dalam waktu dekat ini, akan segera merealisasikan kerjasama BPC IKA FUF dengan pihak Rumah Tahfidz Qur’an. Ar Rahman dibawah binaan Yayasan Bina Insan Cendikia Lukmanul Hakim Gowa dan pencanangan desa binaan moderasi beragama di Tana Toraja.
Dari pertemuan tersebut, muncul sejumlah saran dan masukan baru dari Muh Abdi Goncing, S.Ag, M.Phil, perlunya membuat penerbitan buku dan lembaga sertifikasi mubaligh atau imam masjid.
Dikatakan, selama ini terutama di kampus UIN Alauddin Makassar belum ada penerbitan atau percetakan yang khusus dan fokus untuk melayani penerbitan buku para dosen.Termasuk lembaga sertifikasi mubaligh atau imam masjid.
“Di Sulsel ini sepertinya belum ada lembaga khusus untuk mengeluarkan sertifikasi resmi untuk mubaligh. Lembaga sertifikasi perlu kita wadahi agar lahir mubaligh yang benar-benar kualitatif dan kualifait”, ucap dosen muda Akidah Filsafat Islam ini.
Baik penerbitan buku maupun pembuatan lembaga sertifikasi mubaligh, justru disambut positif H Muhammad. Bahkan, dia berharap wacana tersebut segera dibahas di tingkat pengurus harian IKA FUF akan datang.
“Saya dukung lembaga sertifikasi mubaligh, justru di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat tempat sumber pokok ilmu agama Islam, ada tafsir dan ilmu qur’an, ilmu hadits termasuk filsafat dan studi agama lain”, ujar H Muhammad yang dapat julukan bapak pendekar Moderasi Beragama dari ASN dan Madrasah Lingkup Kemenag Maros.
Sekadar diketahui, Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan Islan punya lembaga Sertifikasi Guru Akta IV, Fakultas Syariah dan Hukum punya lembaga Badan Hisab dan Ru’ya serta dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi punya Lembaga Sertifikasi Haji. **
Laporan : Darwis Jamal






