Dongkrak Ketahanan Pangan, Pemkab Luwu Utara Pastikan Pupuk Subsidi Tembus Pegunungan

Luwu Utara, metro-pendidikan.com  – Sektor pertanian di wilayah pegunungan Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para petani di kawasan dataran tinggi tersebut berhasil melakukan penebusan pupuk bersubsidi secara resmi.

‎​Langkah ini menjadi catatan krusial mengingat tantangan geografis wilayah Rongkong yang selama ini membuat akses program pupuk subsidi dari pemerintah belum tersentuh secara optimal. Penyaluran perdana ini difasilitasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) bagi para petani yang telah terdaftar.

‎​Regional CEO Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama runtuhnya hambatan distribusi ke wilayah terpencil.

‎​“Kami mengapresiasi dukungan dan komitmen pemerintah daerah sehingga petani di Kecamatan Rongkong kini dapat melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Pupuk Indonesia siap mendukung kelancaran penyaluran agar pupuk dapat diterima petani secara tepat sasaran dan tepat waktu,” ujar Wisnu dalam keterangan resminya, Sabtu (16/5/2026).

‎​Secara geografis, Kecamatan Rongkong terletak sekitar 70 kilometer dari Kecamatan Sabbang. Akses jalan aspal menuju wilayah yang berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini bahkan baru terbuka dalam beberapa tahun terakhir. Faktor isolasi geografis inilah yang sebelumnya menghambat sosialisasi dan distribusi pupuk subsidi.

‎​Dalam pelaksanaannya, tingginya antusiasme petani langsung terlihat. Tercatat total penebusan pada momentum perdana ini mencapai 325 ton pupuk. Distribusi fisik dan administratif dilayani oleh kios resmi PPTS UD Halifa Tani di Kecamatan Sabbang melalui mekanisme sistem virtual.

‎​Memasuki tahun 2026, tercatat sebanyak 627 petani di Kecamatan Rongkong telah resmi bergabung dalam kelompok tani dan berhasil diinput ke dalam sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Kementerian Pertanian. Validasi data inilah yang menjadi pintu masuk legalitas alokasi pupuk subsidi ke Rongkong.

‎​“Momentum penebusan perdana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat setempat,” tambah Wisnu, melihat sinyal positif dari semangat para petani.

‎​Senada dengan hal tersebut, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menegaskan bahwa kehadiran program ini merupakan penantian panjang bagi masyarakat Rongkong. Selama ini, dengan potensi pertanian dataran tinggi yang sangat besar, petani lokal hanya mengandalkan pupuk kandang organik tanpa menyentuh subsidi negara.

‎​“Momentum ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia dalam menghadirkan akses pupuk bersubsidi yang lebih merata hingga ke wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis,” tegas Andi Abdullah Rahim.

‎​Melalui pemerataan distribusi ini, pemerintah daerah optimistis ketahanan pangan dan produktivitas komoditas pertanian di kawasan pegunungan Luwu Utara akan meningkat secara signifikan.

Laporab : Yosias T

Pos terkait