Luwu Utara.metro-pendidikan.com. Ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat menghadiri Seminar Nasional Penanggulangan Bencana Banjir Kabupaten Luwu Utara digelar Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPD KKLR) Kabupaten Luwu Utara di Aula La Galigo, Kantor Bupati Luwu Utara, Rabu (13/5/2026).
Seminar ini merupakan salah satu program kerja unggulan BPD KKLR Luwu Utara periode 2025–2030. Persiapannya dilakukan selama enam bulan sejak pengukuhan kepengurusan baru, mulai dari audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara hingga rapat panitia pelaksana.
Ketua BPD KKLR Luwu Utara, Hj. Sitti Johar Karim Jaya, mengaku terharu melihat antusiasme peserta yang mengikuti jalannya seminar sejak pagi hingga selesai.
“Peserta seminar berasal dari berbagai unsur, mulai dari kepala desa, guru SMA, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, pemerhati lingkungan hingga unsur pemerintah. Ini menunjukkan bahwa persoalan banjir di Luwu Utara adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Seminar nasional ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Ir. H. Andi Ihsan. Turut hadir Bupati Luwu Utara, H. Andi Abdullah Rahim, ST.
Sejumlah narasumber nasional juga hadir secara daring maupun luring, antara lain perwakilan Bappenas RI, BNPB, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, BBWS Pompangan-Jeneberang, serta akademisi dari Universitas Hasanuddin.
Diskusi yang berlangsung dinamis menghasilkan sejumlah rumusan strategis yang dibagi berdasarkan kewenangan pemerintah daerah, provinsi dan pusat.
Tingkat Kabupaten Luwu Utara meliputi
Evaluasi tata ruang wilayah rawan banjir: Pengendalian pembangunan di sempadan sungai; Perluasan kawasan kolam retensi;
Penguatan mitigasi berbasis masyarakat; Mendorong sistem pembukaan lahan yang ramah konservasi
Tingkat Provinsi dan Pusat yakni :
Percepatan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS); Pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti sabodam;
Penguatan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS); Penyusunan grand design penanggulangan bencana yang holistik dan terpadu.
Salah satu perhatian utama dalam seminar adalah belum optimalnya pembangunan infrastruktur pengendali banjir pascabanjir bandang Masamba. Dari rencana lima unit sabodam, hingga saat ini baru satu unit yang terealisasi.
Forum seminar juga merekomendasikan agar Seminar Nasional Kebencanaan dijadikan agenda tahunan sebagai ruang evaluasi dan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana di Luwu Utara.
Melalui seminar ini, BPD KKLR Luwu Utara berharap lahir langkah konkret dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan demi memperkuat mitigasi serta mengurangi risiko bencana banjir di wilayah Luwu Utara. ***
Laporan : Yosias Tombela






